Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kronologi Naas Pelajar Hanyut di Lubuak Tongga!!! 1 Orang Masih Dicari!!

Novitri Selvia • Senin, 13 Juni 2022 | 11:16 WIB
EVAKUASI: Tim gabungan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, kemarin (12/6).(IST)
EVAKUASI: Tim gabungan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, kemarin (12/6).(IST)
Tiga pelajar SMK 5 Padang hanyut terbawa arus sungai saat mandi-mandi di Lubuak Tongga, Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, Sabtu (11/6) sekitar pukul 12.00.
Nahas, dua dari tiga pelajar tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Minggu (12/6).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Basril mengatakan, hanyutnya ketiga pelajar SMK tersebut berawal sewaktu mereka dan satu orang rekannya yang selamat yaitu Aditya Nugraha, 16 hendak mandi-mandi di Lubuak Tongga. Keempat remaja tersebut tidak mengetahui kondisi cuaca buruk dan debit air yang tinggi saat itu.

Aditya yang selamat sewaktu kejadian pun mengaku sudah berupaya menyelamatkan rekan-rekannya, namun upayanya sia-sia dikarenakan arus sungai yang begitu deras dan datang secara mendadak lantas menyeret ketiga rekannya. Ia langsung melaporkan kejadian itu ke masyarakat setempat.

Kedua korban akhirnya berhasil ditemukan dengan jarak kurang lebih sejauh 1 Km dari lokasi kejadian. “Kita berhasil menemukan dua korban berjenis kelamin perempuan bernama Sintia Vita Loka, 16 dan Sayida Tulfa disapa Ulfa, 16. Keduanya ditemukan di sela-sela bebatuan di dasar sungai dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Sementara untuk korban ketiga masih dalam tahap pencarian dan akan dilanjutkan hari ini. “Untuk Ihsan akan kita lakukan pencarian semaksimal mungkin. Apabila tidak menemukan jasad korban hari ini kita akan berusaha di hari berikutnya,” jelasnya.

Sesuai SOP pencarian akan dilakukan selama tiga hari dan apabila ada permohonan dari pihak keluarga pencarian dapat berlanjut selama satu minggu ke depan. “Jika masih belum bisa ditemukan kita akan mencari di sekitar muara atau di laut. Untuk saat ini kita masih memfokuskan di sekitaran TKP karena dua korban lainnya ditemukan tidak jauh dari lokasi TKP,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa di sela-sela pencarian menyampaikan atas nama pribadi dan Pemko Padang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang melanda ketiga korban warga Kota Padang yang hanyut tersebut.

Ia pun lantas menguatkan para orangtua dan keluarga korban sembari berharap semua korban bisa ditemukan sesegera mungkin.

“Dua dari tiga korban berhasil ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat ditemukan sesegera mungkin. Kita akan menyisir aliran sungai ini sampai ke muara pantai untuk upaya pencarian tentunya,” tutur wako didampingi Kapolresta Padang AKBP Ferry Harahap, anggota DPRD Kota Padang Rustam Efendi, Plt Kalaksa BPBD Arfian, Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto serta Kabag Prokopim Amrizal Rengganis dan lainnya.

Lebih lanjut Hendri Septa juga mengingatkan kepada warga Kota Padang seiring keluarnya peringatan dini cuaca buruk di wilayah Sumbar termasuk Kota Padang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau.

“Pihak BMKG memprediksi cuaca buruk masih melanda sebagian besar wilayah ini hingga beberapa hari ke depan. Untuk itu kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” tukas Hendri Septa.
Disambut Isak Tangis

Sementara itu, kedatangan jenazah Sintia Vita Loka pecah di IGD RS Bhayangkara Polda Sumbar, kemarin siang (12/6) disambut isak tangis keluarga dan juga teman sejawat korban.

Tampak ibu korban yang lemah mengulai tak berdaya melihat sang putri terbaring tidak bernapas di atas tempat tidur dorong. Sempat tersandar di kursi teras rumah sakit dengan tangisan yang sudah tak bersuara lagi.

Suasana rumah sakit terlihat semakin pilu dengan suara tangisan orang-orang yang mengenal Sintia dengan baik. Beberapa temannya menyebutkan Sintia adalah anak yang ramah, dan disukai banyak orang.

“Nggak nyangka, beberapa waktu lalu masih tampak di rumah sedang menjaga adiknya, sekarang tanpa pesan dia sudah pergi aja,” ujar Airi, 16, teman kecil Sintia dengan raut wajah yang sedang menahan tangis.

Airi menuturkan Sintia adalah sosok anak yang baik dan juga penyapa, baik di lingkungan rumah maupun sekolah tak sedikit orang yang menyukai pribadi Sintia. “Ia anaknya jarang keluar, kadang saya sering ajak keluar tapi dia tidak mau,” ujarnya.

Menurutnya, Sintia adalah anak yang suka menyendiri ketika mempunyai masalah, keseharian yang rajin dan tekun di rumah membuat orang-orang di sekelilingnya semakin menyukai sosok Sintia.

Tidak hanya itu, tutur sapanya yang begitu lembut membuat orang-orang sekelilingnya tak bisa lupa, begitulah yang diucapkan Dewi, 43 yang merupakan kerabat dari Sintia.

“Anaknya rajin dan tekun, kalau di rumah suka membantu tantenya. Dekat dengan semua warga. Sejak kecil ia dirawat oleh tantenya, ibu dan ayahnya sudah berpisah, ayahnya berada di Jawa dan ibunya di Jambi,” tuturnya.

Meskipun begitu, Dewi menyebutkan Sintia adalah anak yang sangat disayangi oleh tantenya, hal ini membuat tantenya masih belum terima dengan kepergian sosok Sintia tersebut. “Dia pergi tidak pamit dengan tantenya, sehingga hal ini membuat tantenya semakin terpukul dan belum bisa melepasnya,” katanya.

Dewi menyebutkan, biasanya kemana pun hendak pergi Sintia selalu berpamitan kepada tantenya, tapi tidak tahu mengapa pergi mandi-mandi dengan temannya kali ini Sintia tak berpamitan dengan tantenya. “Ibunya kan di Jambi, saat tahu kemarin ia langsung pulang ke sini,” ucapnya.

Saat kabar hanyutnya Sintia sampai ke telinga keluarganya, Dewi menyebutkan semua keluarga langsung lemas, semuanya langsung histeris tak percaya dengan musibah yang menimpa keponakannya tersebut.

“Kalau di rumah dia selalu ramah sama semua orang, nanti nampak orang sedang berkegiatan selalu disapa dengan nada lembutnya, selama ini dia tidak pernah seperti ini, mau kemanapun biasanya selalu berpamitan,” terangnya.

Selang beberapa waktu setelah itu, jenazah korban kedua bernama Sayida Tulfa, 16, yang kerap dipanggil Ulfa masuk ke RS Bhayangkara. Tak ada bedanya tangis orang-orang yang mengenal korban langsung pecah saat melihat jazad Ulfa diturunkan dari mobil ambulans.

Sekelompok remaja tampak menangis mengiringi jenazah Ulfa di rumah sakit. Ada yang terlihat berpelukan bergetar karena menangis, semuanya terlihat berselimut duka dengan kepergian Ulfa.

“Anaknya baik banget, dia nggak pernah terlibat pertengkaran, suka tertawa, jadi belum ikhlas aja melepasnya, meskipun kadang suka usil, tapi sayang banget dengan dia,” ujar Rini, 16, salah satu teman Ulfa yang ikut mengiringi proses visum di rumah sakit.

Tak sedikit yang tampak mengiringi jenazah Ulfa, hal ini disebabkan karena sosok keramahan dan juga kebaikan yang dimiliki oleh Ulfa. Saat jenazah Ulfa dikeluarkan dari ruang visum tangis kembali pecah dari semua orang yang berada di tempat. Tak ada yang menyangka liburan yang membawa kemalangan bagi Ulfa tersebut akan terjadi. (cr4) Editor : Novitri Selvia
#pelajar hanyut #Lubuak Tongga #Kototangah