Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu (28/5/2025) pagi memicu respons cepat dari tim gabungan penanggulangan bencana Kota Padang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, Fadri Ilham sedang melakukan penebangan pohon seorang diri sekitar pukul 09.00 WIB.
"Diduga karena kurangnya perhitungan dan persiapan, pohon yang ditebangnya mengalami masalah sehingga sebagian batangnya menimpa dan menjepit kaki korban," ungkap Hendri Zulviton.
Mendapati laporan kejadian, tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang segera bergerak ke lokasi. Di bawah komando langsung Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, tim memulai operasi evakuasi.
"Kondisi korban yang terjepit membutuhkan penanganan ekstra hati-hati untuk menghindari cedera lebih lanjut," sebutnya.
Proses evakuasi korban terjepit pohon ini melibatkan koordinasi yang erat antara berbagai instansi. Selain BPBD Kota Padang, personel dari Dinas Damkar Kota Padang, Basarnas, serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Polisi Pamong Praja turut serta membantu.
Kehadiran RT, RW setempat, dan masyarakat sekitar juga menunjukkan solidaritas dalam menghadapi kejadian ini.
Menurut keterangan dari lokasi, korban Fadri Ilham dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses penebangan pohon secara manual yang berujung pada kecelakaan ini masih dalam tahap evakuasi.
Tim di lapangan terus berupaya membebaskan kaki korban dari jepitan batang pohon. Tidak ada kerugian materi yang dilaporkan dari kejadian ini, fokus utama adalah keselamatan korban.(*)
Editor : Hendra Efison