Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Maigus Nasir Hadiri Tradisi Serak Gulo di Pasa Gadang, Tetap Semarak Meski Diguyur Hujan

Heri Sugiarto • Sabtu, 22 November 2025 | 19:15 WIB

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadiri Tradisi Serak Gulo 2025 di Masjid Muhammadan Pasa Gadang, Sabtu (22/11/2025).(Foto: Prokopim)
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadiri Tradisi Serak Gulo 2025 di Masjid Muhammadan Pasa Gadang, Sabtu (22/11/2025).(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Tradisi Serak Gulo, warisan budaya komunitas Muslim keturunan India di Kota Padang, tetap berlangsung meriah meski diguyur hujan.

Ritual yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kemendikbudristek itu digelar di Jalan Pasar Batipuh, depan Masjid Muhammadan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (22/11/2025) sore.

Ratusan warga keturunan India Muhammadan bersama masyarakat umum terlihat membaur mengikuti prosesi budaya yang setiap tahun dilaksanakan pada 1 Jumadil Akhir tersebut.

Prosesi Budaya Berlangsung Khidmat

Acara dimulai dengan doa bersama, lalu lebih dari 4 ton gula pasir yang telah dibungkus kain perca warna-warni ditebarkan dari atap serta sisi kiri dan kanan Masjid Muhammadan.

Prosesi ini merupakan tradisi turun-temurun yang masih dipertahankan komunitas Muhammadan di Padang.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang hadir membuka kegiatan menegaskan bahwa Serak Gulo menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Kota Padang karena keunikannya.

“Tradisi Serak Gulo adalah kegiatan yang unik, satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Pemerintah Kota Padang sangat mengapresiasi Perkumpulan Keluarga Muhammadan (PKM) yang konsisten melestarikannya setiap tahun,” ujar Maigus.

Maigus menambahkan bahwa tradisi ini bukan hanya bernilai religius, namun juga mempererat hubungan sosial dan akulturasi budaya di Kota Padang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar serta dukungan Pokir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, yang ikut berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Event ini bukan sekadar memburu gula. Ada nilai kebersamaan, persaudaraan, dan akulturasi yang kuat antara masyarakat Muhammadan, warga Kota Padang, hingga pengunjung dari luar daerah,” katanya.

PKM: Serak Gulo sebagai Wujud Syukur

Ketua Umum PKM Kota Padang, M. Fauzan, menjelaskan bahwa tradisi Serak Gulo merupakan ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diterima warga Muhammadan.

Tradisi ini juga menjadi momentum memperingati kelahiran ulama besar asal India, Shahul Hamid, yang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam.

“Tradisi ini juga untuk memperingati kelahiran ulama besar asal India, Shahul Hamid, yang semasa hidupnya berjuang menegakkan Islam,” jelas Fauzan.

Acara turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Lila Yanwar, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, serta masyarakat sekitar.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Tradisi Serak Gulo Padang #Maigus Nasir #ritual budaya #warisan budaya tak benda #pemko padang #Masjid Muhammadan #Tradisi budaya Padang #Nanda Satria