Kepastian ini disampaikan langsung oleh sejumlah pengecer setempat di tengah isu kelangkaan yang kerap beredar, termasuk saat terjadi bencana di sekitar wilayah tersebut.
Pemilik Toko Ayu di Jalan Koto Tuo, Limau Manis, Amril (67), menyatakan stok gas melon di kedainya terjaga dan tidak mengalami kendala distribusi.
“Stok gas LPG 3 kg di kedai saya aman, tidak ada masalah. Meski kondisi di sekitar sempat terdampak bencana, pasokan tetap tersedia,” ujar Amril, Senin (15/12/2025).
Amril menjelaskan, pasokan LPG ke kedainya datang secara rutin setiap dua hari sekali.
Pada hari pengiriman, ia biasanya menerima sekitar 100 tabung, bahkan bisa bertambah jika terdapat kelebihan alokasi dari distributor.
“Biasanya saya stok 100 tabung. Kalau ada tambahan dari distributor, jumlahnya bisa lebih karena perputaran di sini cukup cepat,” katanya.
Terkait harga, Amril memastikan LPG 3 kg dijual sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan di luar ketentuan yang berlaku.
Hal serupa disampaikan pengecer lain di Jalan Limau Manis, Elfi (50). Ia menegaskan stok LPG subsidi di kedainya juga tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan warga.
“Stok di kedai saya selalu aman. Warga tidak perlu khawatir,” ujar Elfi.
Elfi mengakui sempat terjadi keterlambatan pasokan, namun hanya bersifat sementara.
“Kalau ada keterlambatan, paling satu hari. Setelah itu kembali normal,” katanya.
Ia menambahkan, harga LPG 3 kg di kedainya tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) tanpa penimbunan atau penjualan di atas ketentuan pemerintah.(CR3)
Editor : Hendra Efison