Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai tahapan dan kebutuhan warga terdampak.
Pada kesempatan itu, Fadly Amran menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Dar el-Iman dan UPI YPTK atas kontribusi dalam penanganan bencana sejak masa tanggap darurat hingga pascabencana.
Bantuan tersebut mencakup pengerahan alat berat serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kita apresiasi dan kita doakan bersama. Semoga segala ikhtiar seluruh pihak yang sejak awal berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam perjuangan tanggap darurat hingga proses pemulihan yang saat ini sedang kita jalani, mendapatkan balasan terbaik,” ujar Fadly Amran.
Pemko Padang Fokus pada Pemulihan dan Relokasi Warga
Selain itu, Wali Kota Padang menjelaskan bahwa pada masa transisi ini pemerintah kota memfokuskan kinerja pada pemulihan rumah warga terdampak serta relokasi masyarakat ke Hunian Sementara (Huntara).
Ia menegaskan bahwa pendataan kerusakan rumah dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyaluran bantuan sesuai kategori.
Di sisi lain, Fadly Amran menyampaikan bahwa Kementerian Sosial menyiapkan dukungan bantuan perbaikan rumah. Bantuan tersebut mencakup Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat.
Ia berharap bantuan ini dapat terealisasi dalam beberapa hari ke depan atau paling lama satu minggu.
UPI YPTK Kerahkan 400 Relawan Bantu Pembersihan
Sementara itu, Rektor UPI YPTK Padang Muhammad Ridwan menyampaikan bahwa selain dukungan alat berat, pihaknya juga menurunkan 400 mahasiswa sebagai relawan.
Relawan tersebut bertugas membantu membersihkan rumah warga dan saluran drainase yang terdampak banjir. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang. Mari kita adakan gerakan bersama untuk membersihkan sisa-sisa material banjir yang terjadi pada November lalu,” ujarnya, didampingi Ketua Yayasan Dar el-Iman Peduli, Muhammad Elvi Syam.
Selain itu, Yayasan Dar el-Iman Peduli terus berkoordinasi dengan perangkat daerah untuk memastikan bantuan lapangan dapat tersalurkan dengan cepat.
Kegiatan pemulihan ini diharapkannya mempercepat normalisasi lingkungan di Gurun Laweh dan wilayah sekitarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto