Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tukang Reparasi Sepatu di Juanda yang Bertahan Sejak 2007 dan Sekolahkan Anak hingga S2

Riyadhatul Khalbi • Kamis, 15 Januari 2026 | 20:19 WIB

Bustami, tukang reparasi sepatu di Jalan Juanda Padang, bertahan sejak 2007. Ia bekerja demi keluarga dan berhasil menyekolahkan anak hingga S2. (Foto: Riyadhatul/Padeks)
Bustami, tukang reparasi sepatu di Jalan Juanda Padang, bertahan sejak 2007. Ia bekerja demi keluarga dan berhasil menyekolahkan anak hingga S2. (Foto: Riyadhatul/Padeks)
Bustami, perajin reparasi sepatu di Jalan Juanda Padang, tetap setia membuka lapak sejak 2007. Ia bertahan demi keluarga dan berhasil menyekolahkan anaknya.

PADEK.JAWAPOS.COM—Bustami (61), perajin reparasi sepatu, tetap setia membuka lapaknya di sisi Jalan Ir. H. Juanda, Padang, sejak memindahkan usahanya dari Pasar Raya pada 2007.

Ia menyediakan layanan perbaikan sepatu dan sandal di bawah payung kecil yang berada tidak jauh dari rumahnya di Gang Madrasah.

Bustami memulai usaha reparasi sepatu setelah belajar memperbaiki sepatu saat berdagang kaki lima di Jakarta pada 1981.

“Reparasi ini tidak butuh modal banyak, paling cuma benang dan lem saja,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Ia membuka lapaknya dari pukul 08.00 hingga 20.00 dengan tarif mulai Rp25.000, menyesuaikan tingkat kesulitan perbaikan.

Layanan ini banyak dicari terutama saat tahun ajaran baru ketika orang tua memperbaiki sepatu anak sekolah.

Perjuangan Bustami menafkahi keluarga membuahkan hasil. Putri sulungnya berhasil ia kuliahkan hingga jenjang S2 di Universitas Negeri Padang dan kini menjadi guru. Sementara putra bungsunya telah memiliki usaha sendiri.

Meski demikian, perjuangannya tidak selalu mudah. Ia bercerita pernah pulang larut malam karena banjir saat berdagang di Pasar Raya. “Namanya anak kuliah, jadi harus diperjuangkan,” katanya sambil tertawa.

Bustami juga pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan saat telepon genggamnya dijambret setahun lalu.

“Asam urat, jadi tak terkejar,” ujarnya mengenang kejadian itu. Sejak peristiwa tersebut ia belum memiliki ponsel baru.

Di balik tantangan, ia sering menerima kebaikan dari pelanggan, mulai dari uang jasa yang dilebihkan hingga nasi bungkus.

Kini, di usia lanjut, ia tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan istri.

“Ngapain pula ngeberatin keluarga di umur segini. Kerjanya cuma duduk,” ungkapnya tersenyum.

Bustami berharap hanya kesehatan bagi dirinya dan keluarganya serta kesuksesan untuk kedua anaknya.(cr4)

Editor : Hendra Efison
#Bustami tukang sepatu #reparasi sepatu Padang #Jalan Juanda Padang #kisah UMKM lokal