Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas.
Hadir dalam Rakor, kementerian/lembaga terkait, serta kepala daerah dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pratikno menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui pengelolaan data dan perencanaan pembangunan yang tepat.
“Pertama adalah percepatan luar biasa dalam pengelolaan data. Target kita adalah membangun satu data tunggal dengan dashboard terintegrasi. Kedua, penyusunan Rencana Induk dan Rencana Aksi sesuai mandat Keppres, yang menjadi rujukan seluruh pembangunan pascabencana,” ujar Pratikno.
Penetapan Zona Rawan dan Pemulihan Sektor Prioritas
Pratikno menegaskan pentingnya penetapan zona rawan bencana agar pembangunan fisik dilakukan di wilayah aman.
Pemerintah pusat juga mendorong pemulihan cepat pada empat sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, keagamaan, serta keluarga dan kelompok rentan.
Mendagri yang juga Ketua Satgas Muhammad Tito Karnavian melaporkan kondisi per 14 Januari. Jumlah korban meninggal di tiga provinsi terdampak mencapai 1.590 orang. Pengungsi turun dari lebih 2 juta menjadi sekitar 131 ribu jiwa. Sektor perumahan mencatat 76.553 unit rusak ringan, 45.085 unit rusak sedang, dan 53.412 unit rusak berat.
“Data ini menggambarkan penderitaan masyarakat yang harus kita jawab dengan kerja nyata. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memulihkan kehidupan masyarakat dan mendorong kebangkitan wilayah terdampak,” ujar Mendagri.
Padang Siap Dukung Percepatan Rehabilitasi
Merespons itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan kesiapan Pemko Padang mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai arahan pemerintah pusat.
“Kita siap memperkuat pendataan, perencanaan, serta pemulihan sektor-sektor prioritas agar keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dapat segera pulih,” kata Fadly Amran.
Dengan begitu, Pemko Padang berfokus memastikan pemulihan cepat bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk penyediaan data terintegrasi dan implementasi Rencana Induk serta Rencana Aksi pascabencana.(*)
Editor : Heri Sugiarto