Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan angka tersebut setelah pembahasan bersama perangkat daerah terkait, Jumat (23/1/2026).
“Setelah diskusi bersama, total kerugian dan kerusakan tercatat mencapai sekitar Rp5,5 triliun,” ujar Fadly Amran.
Ia merinci, kerugian terbesar terjadi pada sektor infrastruktur sebesar Rp2,7 triliun, disusul sektor perumahan Rp2,4 triliun.
Sektor ekonomi tercatat mengalami kerugian Rp154 miliar, sektor sosial Rp93 miliar, serta lintas sektor sebesar Rp140 miliar.
Bencana banjir tersebut mengakibatkan 556 rumah rusak berat, 2.207 rumah rusak sedang, dan 2.934 rumah rusak ringan.
Selain itu, 13 jembatan, 74.000 meter jalan, dan 22 bendungan dilaporkan mengalami kerusakan.
Sebanyak lima gedung pemerintahan juga terdampak, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, irigasi, drainase, sistem air bersih, pertanian, dan perikanan.
Pemko Padang mencatat bencana ini berdampak pada 67.563 jiwa di berbagai wilayah kota.
Untuk penanganan pascabencana, Pemko Padang telah menyiapkan hunian tetap (huntap) di Balai Gadang dan Kecamatan Pauh.
“Kebutuhan huntap yang harus disediakan sebanyak 800 unit untuk relokasi warga yang berada di bantaran sungai,” kata Fadly Amran.(*)
Editor : Hendra Efison