Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pelebaran Jalan di Puncak Anai Tuntas, Bahu Jalan Terban Belum Dapat Perbaikan

Rian Afdol • Rabu, 12 Februari 2025 | 11:00 WIB

MENANTI PERBAIKAN: Bahu jalan di KM 61.5 Puncak Anai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (11/2).(RIAN AFDOL/PADEK)
MENANTI PERBAIKAN: Bahu jalan di KM 61.5 Puncak Anai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (11/2).(RIAN AFDOL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bahu jalan di KM 61.5 Puncak Anai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam Kabupaten Padangpariaman, belum diperbaiki hingga kemarin. Padahal sekitar 50 meter tebing di pinggir jalan ini amblas.

Kondisi ini sangat menghawatirkan, pasalnya di tebing tersebut memiliki ketinggian sekitar 60 meter dan saat ini berada tepat di bagian kanan jalan tersebut dari arah Padang menuju Bukittinggi.

Meski tidak memakan badan jalan, untuk menekan berbagai potensi laka, pihak kepolisian memasang barrier di sisi jalan mengalami longsoran. Kondisi ini tentu membuat ruas jalan menyempit dan diterapkan buka tutup jalan. 

Pantauan Padang Ekspres dari pukul 12.00 WIB hingga jam 15.00 WIB kemarin, meski terjadi penyempitan, arus lalu lintas tampak lancar dan tidak begitu padat. Kendaraan roda dua, roda empat dan sejumlah kendaraan bervolume besar tetap bisa melintasi jalur ini. 

Di sisi lain, terlihat sejumlah alat berat dikerahkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar untuk melakukan pelebaran jalan di sisi kiri dari arah Padang.

Meski tidak menyentuh bagian jalan yang terkena longsoran upaya ini cukup efektif untuk memastikan penyempitan jalan bisa teratasi. 

“Hari ini kami melaksanakan pelebaran jalan, kegiatan ini merupakan dampak longsor yang terjadi di KM 61.5. Perlu kami lebarkan karena eksisting jalan lama terpakai oleh pengamanan barrier,  dengan lebar kurang lebih 1,5 meter, jadi perlu kembali dilebarkan agar arus lalu lintas tidak terganggu,” sebut Muhammad Nasir, PPK 1.1 BPJN Sumatera Barat.

Dia menambahkan, dengan pelebaran ini diharapkan tidak ada kendala terkait arus lalu lintas di jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi ini.

“Kurang lebih sekitar tiga meter untuk pelebaran dan panjang sekitar 85 meter. Pengerjaan ini kita targetkan akan bisa selesai pada hari ini (kemarin),” tambahnya. 

Untuk perbaikan tebing yang mengalami longsoran, Muhammad Nasir menyebutkan, telah dianggarkan untuk tahun 2025. Namun masih terkendala karena anggaran masih belum turun.

“Benar ada informasi bahwa seluruh kementerian termasuk PU terjadi pemblokiran dari Kementerian Keuangan, dampak dari efesiensi. Untuk pengaruh langsungnya terhadap perbaikan longsoran belum bisa kita pastikan. Namun kami terus berusaha agar perbaikan ini terus berjalan. Kemudian untuk pelebaran hari ini anggarannya langsung dari kementerian,” sebutnya.

Sementara itu, pihak kepolisan dari Satlantas Polres Padangpariaman melakukan rekaya jalan dengan sistem buka tutup. Sejumlah petugas tampak melakukan upaya untuk pengaturan, memastikan arus tetap lancar.

“Ini hari ketiga kami dari Satlantas Polres Padangpariaman melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di titik ini,” ujar Aiptu Eka Putra, Kanit Gatur, Satlantas Polres Padang Pariaman, Selasa (11/2).

Ia menambahkan dalam tiga hari ini arus lalu lintas terpantau lancar, meskipun ada penyempitan karena pemasangan barrier di salah satu sisi jalan yang mengalami longsor. Pengaturan lalu lintas secara reguler dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Untuk kemarin dilakukan hingga pengerjaan pelebaran jalan diselesaikan.

“Untuk sampai saat ini (kemarin), masih belum ada pembatasan terhadap kendaraan bervolume besar. Setelah pelaksanaan pelebaran ini selesai kami akan tetap melakukan pemantauan. Apabila nanti ada titik kemacetan maka akan kami turunkan personil untuk mengurainya,” tutup dia.

Longsor sejak Galodo

Yelfiza, 35, warga Jorong Kandangampek, Nagari Guguak 2x 11 Kayu Tanam menyebutkan, longsornya tebing di sisi jalan ini telah terjadi bersamaan dengan galado dan putusnya jalan di Lembah Anai pada 13 Mei 2024.

Sebelumnya dari pinggir jalan masih ada bahu jalan sekitar 5 meter dan ada temboknya. “Waktu galodo tembok itu roboh dan sudah longsor. Namun semakin lama longsoran bertambah dan  semakin dekat ke pinggir jalan,” sebutnya.

Perempuan yang sehari-hari menjaga warung makanan di sekitar ruas jalan ini menambahkan, seusai pengerjaan jalan di Lembah Anai sebelumnya, di sisi pinggir jalan ini telah dipasangkan barrier, dan posisinya terus bergeser ke tengah jalan. 

”Sekitar 20 hari yang lalu, sempat ada kecelakaan pengendara sepeda motor, itu kejadiannya siang hari. Setahu saya dia sudah jatuh, beruntung tidak sampai di jurang. Sebelumnya ada juga kecelakaan mobil pikap, kejadiannya malam hari. Mungkin karena barrier tidak terlihat,” sebutnya.

Terpisah, Umay, 55, pengendara truk bermuatan bahan pokok menyebutkan, khawatir jika nanti longsoran yang semakin luas menyebabkan akses jalan terputus dan harus mencari jalan lain.

“Kalau kondisi sekarang masih aman menurut saya. Tapi tentu harus ditanggulangi cepat. Takutnya benar-benar runtuh dan jalan tidak bisa dilalui, harus memutar ke Sitinjaulauik jadinya. Jika hal ini terjadi tentu lebih merepotkan, perlu ada tambahan waktu dan biaya,” katanya.

Pengendara truk asal Dharmasraya yang kerap bolak balik Dumai, Padang, dan Lampung ini menyebutkan dia rutin melalui lokasi ini setiap bulannya.

“Kalau saya setiap bulan, lewat rute ini. Setahu saya sudah cukup lama terjadi longsoran itu, dan pembatas jalan juga sudah lama dipasang di sana. Terkait perluasan badan jalan tentu kita sambut baik, tapi tetap penanganan longsoran tebing harus diprioritaskan. Kalau dibiarkan tentu runtuhan akan semakin luas karena getaran, beban dari kendaraan dan hujan,” imbuhnya. (rna)

Editor : Novitri Selvia
#jalan terban #Polres Padangpariaman #Puncak Anai #pelebaran jalan #BPJN Sumbar #Kecamatan 2x11 Kayu Tanam #Nagari Guguak