Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, pada Selasa (18/11/2025).
Mulyadi menyampaikan bahwa Pradiksar merupakan gerbang awal bagi calon anggota Menwa untuk memasuki kehidupan organisasi kemahasiswaan yang menekankan kedisiplinan, kepemimpinan, dan bela negara.
Ia menilai Menwa menjadi wadah pembentukan karakter di tengah dinamika kampus yang penuh kebebasan akademik.
“Menwa hadir sebagai wahana untuk menempa karakter, memupuk jiwa korsa, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Kegiatan Pradiksar dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Oktober 2025. Para peserta akan menerima materi teori dan praktik lapangan yang dirancang untuk menguji ketahanan fisik dan mental.
Mulyadi menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada kegiatan fisik, tetapi juga proses pembentukan jati diri, disiplin, integritas, dan kerja sama tim.
Ia menjelaskan bahwa Menwa sebagai organisasi kemahasiswaan harus menjadi pelopor dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air serta wawasan kebangsaan yang luas.
“Harus senantiasa siap melaksanakan kewajiban bela negara sesuai amanat undang-undang,” katanya.
Menurut Mulyadi, kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi Yota Balad–Mulyadi, yaitu menjadikan Pariaman sebagai kota wisata yang maju, kreatif, dan berbudaya.
Ia menyebut kegiatan kemahasiswaan seperti Pradiksar turut mendukung upaya meningkatkan kunjungan ke Kota Pariaman.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Komandan Menwa Pagaruyung Sumbar, Letkol Laut (Purn) Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si, yang diwakili Setdako Pariaman, Afrizal Azhar, atas penunjukan Pariaman sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran, 172 Ribu IFP Sudah Tersalurkan
Mulyadi juga berterima kasih kepada para alumni Menwa yang telah menghadirkan peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Jambi.
“Kami berharap tahun depan kegiatan ini dapat digelar dalam skala nasional. Kota Pariaman siap memfasilitasi kegiatan Menwa agar semakin dikenal di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(*)
Editor : Hendra Efison