Ribuan ton sampah dilaporkan menumpuk di sepanjang garis pantai, mengubah kawasan wisata Pantai Padang (Taplau) menjadi area yang kotor dan berbau menyengat, Jumat (28/11/2025).
Sampah yang didominasi material plastik, kayu, dan puing bangunan mulai menumpuk sejak banjir besar terjadi pada Selasa (25/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025).
Curah hujan ekstrem memicu banjir dan longsor di berbagai titik, membawa tumpukan sampah dari sungai dan permukiman warga menuju laut.
Seorang warga sekaligus pemerhati lingkungan, Yasir (52), mengatakan penumpukan sampah sudah terlihat sejak hari pertama banjir.
“Penumpukan sampah ini sudah terjadi sejak awal banjir bandang. Sampah-sampah ini benar-benar merusak keindahan Taplau. Pasirnya sudah tidak bisa dipijak,” ujarnya.
Sampah Kiriman dari Sungai dan Permukiman
Menurut Yasir, tumpukan sampah di pantai bukan hanya berasal dari laut, tetapi merupakan material yang hanyut dari sungai-sungai besar di Kota Padang.
Sampah di bantaran sungai dan saluran drainase terbawa arus deras menuju muara dan terdampar di pantai.
Ia juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat.
“Ini juga karena masih ada warga yang tidak disiplin membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Pengunjung Keluhkan Bau dan Kondisi Pantai
Kondisi ini mulai berdampak pada sektor pariwisata. Sejumlah pengunjung mengaku kecewa dengan kondisi Taplau.
Andri (26), salah satu pengunjung, menyatakan ketidaknyamanannya.
“Kami ingin menikmati sore di pantai, tapi kondisinya sangat kotor dan baunya menyengat,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Zahra (24). “Sampah plastik di mana-mana. Sayang sekali keindahan pantai ini rusak,” katanya.
Warga khawatir kondisi tersebut memicu penurunan jumlah wisatawan. “Kalau terus seperti ini, siapa yang mau datang?” tambah Yasir.
Warga Desak Aksi Pembersihan
Warga berharap pemerintah segera melakukan pembersihan besar-besaran setelah kondisi cuaca dinyatakan aman dari banjir susulan.
“Kami berharap pantai segera dibersihkan agar tidak semakin parah,” tutup Yasir.
Selain penanganan darurat, warga juga mendorong solusi jangka panjang melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan sistem pengelolaan sampah kota, dan pemasangan perangkap sampah di hulu sungai untuk mencegah kejadian serupa terulang. (CR3)
Editor : Hendra Efison