Ratusan warga menggelar doa bersama dan tahlilan di lokasi terakhir korban dilaporkan hilang sebagai bentuk dukungan kepada keluarga.
Warga mulai berkumpul sejak pagi dan mengikuti tahlilan yang berlangsung khidmat. Keluarga korban turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Salah seorang keluarga korban, Ahmad Rafdi (34), mengatakan tahlilan dilakukan sebagai bentuk ikhtiar setelah upaya pencarian maksimal dilakukan tim gabungan.
“Kami hanya bisa berdoa dan berharap segera ditemukan. Terima kasih kepada seluruh warga dan tim yang masih terus membantu pencarian,” ujarnya.
Kapolsek Lembah Melintang, AKP Junaidi, SH, menyampaikan pencarian hari kedelapan masih dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan masyarakat.
“Tim masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sejak kejadian warga kami hanyut hingga saat ini. Kami tetap berusaha mencari dari pagi sampai malam,” kata Kapolsek.
Ia menegaskan komitmen untuk melanjutkan pencarian selama masih ada peluang korban ditemukan.
“Kita berupaya semaksimal mungkin mencari korban. Apa pun caranya kita lakukan saat ini,” ujarnya.
Kapolsek juga mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai tanpa pengawasan, terutama menjelang magrib.
“Kami mengimbau masyarakat di kawasan Sungai Sikerbau agar tidak melakukan aktivitas pada waktu menjelang magrib, agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilanjutkan sesuai prosedur oleh tim gabungan di lapangan.(cr6)
Editor : Hendra Efison