Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Korban Kebakaran Pasaman Menangis Terisak, Bupati Welly Serahkan Bantuan Rp10 Juta

Willian. • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:20 WIB

 

Bupati Pasaman Welly Suhery saat mengunjungi korban kebakaran Yusraini, 63 di Andilan, Kecamatan Duokoto.
Bupati Pasaman Welly Suhery saat mengunjungi korban kebakaran Yusraini, 63 di Andilan, Kecamatan Duokoto.
PADEK.JAWAPOS.COM-Suasana di Jorong Setia, Nagari Simpang Tonang Selatan, Rabu pagi (21/1) tampak berbeda. Diantara dua bangunan rumah yang sudah rata jadi abu, langkah Yusraini, 63, terlihat berat. Matanya merah dan sembab mengisyaratkan kesedihan yang dalam.

Wajahnya lelah, sejak rumahnya terbakar Sabtu (17/1) Yusraini mungkin kurang tidur. Karena api melahap habis seluruh kenangan hidupnya. Rombongan Bupati Pasaman, Welly Suhery yang mengunjunginya seakan menjadi penyejuk bagi Yusraini.

Dengan nafas berat dan mata berkaca-kaca Yusraini, didampingi Misdawati, 40, yang merupakan anak dari saudara Yusraini, maju menyambut. Tanpa kata, tangannya yang keriput menyalami tangan Bupati Welly.

Sentuhan itu seketika membuat air matanya jatu berurai. Yusraini pun menangis terisak, bahunya turun naik, melepas semua kesedihan yang menumpuk selama empat hari terakhir.

Bupati Welly membalas genggaman itu dengan erat, merangkul Yusraini membiarkan momen kepedihan itu mengalir.

”Saya datang ke sini bukan hanya sebagai bupati, tetapi sebagai keluarga. Saya rasakan betapa sakitnya kehilangan segala yang dimiliki dalam sekejap,” ujar Bupati Welly Suhery dengan suara lirih.

”Ini ujian yang sangat berat. Tapi saya ingin Ibu Yusraini dan Ibu Misdawati tahu, semuanya tidak sendiri. Pemkab Pasaman ada untuk masyarakatnya,” tambah Bupati Welly.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, Bupati Welly didampingi sejumlah kepala dinas. Seperti Asisten I Asrial, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kadis Sosial Arma Putra, Kalaksa BPBD Mardianto, serta Ketua Baznas Pasaman Asnil M beserta jajaran. Turut hadir pula Kapolsek Duokoto, Camat Duokoto, Wali Nagari Simpang Tonang Selatan, serta jajaran terkait lainnya.

Mereka melihat dari dekat bagaimana kedua rumah satu semi permanen dan satu permanen sudah rata dengan tanah. Pada kesempatan itu, Bupati Welly juga menyerahkan bantuan kepada para korban. Bantuan itu bersumber dari Baznas Pasaman senilai Rp 10 juta, yang dibagi rata untuk kedua korban.

”Ini bentuk kepedulian kita sesama. Semoga bisa sedikit meringankan,” ujar Bupati Welly.

Bantuan sembako juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Pasaman seperti beras, makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan pakaian.

Baca Juga: Ruko Indonesian Bakery di Padang Selatan Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 6 Armada

Sementara itu BPBD Pasaman memberikan paket hygiene kit, tikar, dan bahan pangan tambahan. Penyaluran kitu langsung  dipastikan  ke tangan para korban. Di tengah proses penyerahan, Yusraini terus berusaha menguatkan diri. Sambil menyeka air mata, ia mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Bupati Welly Suhery.

”Terima kasih, Pak Bupati. Terima kasih banyak. Rumah habis, semua barang juga habis. Terima kasih telah membantu kami,” tuturnya.

Misdawati, yang lebih muda, juga mengangguk haru. ”Kami cuma bisa bersyukur masih dikasih kesehatan. Yang lain, tinggal urusan berusaha lagi,” ujarnya.

Yusraini menceritakan, saat kejadian rumahnya itu dalam keadaan kosong. Rumah ia tinggalkan karena dirinya pergi ke masjid untuk mengaji dalam rangka peringatan Isra Mi’raj.

Informasi yang ia terima, kebakaran bermula saat ada percikan di meteran listrik. Kemudian api membesar dari titik tersebut dan menjalar ke bagian lain sehingga menghanguskan seluruh isi rumahnya. ”Tidak ada yang bisa diselamatkan, karena kata warga disini api cepat membesar,” ujarnya.

Saat ini, untuk sementara Yusraini menumpang tinggal di tempat kerabatnya yang masih satu kampung menjelang rumahnya dibangun kembali.

Pada kesempatan itu, Bupati Welly dalam pesannya menekankan pentingnya kewaspadaan. ”Musibah ini mengingatkan kita semua untuk lebih hati-hati. Tapi yang lebih penting, mari kita terus pupuk semangat membantu sesama. Kepada seluruh jajaran, saya apresiasi respons cepat dan kerja samanya. Untuk warga, mari kita bantu Ibu Yusraini dan Ibu Misdawati bangkit kembali,” ajaknya.

Terakhir, Bupati Welly mengajak masyarakat agar dapat menjaga dan mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing secara berkala. Menurut Bupati dominan penyebab kebakaran karena kosleting listrik.

”Untuk itu mari kita lakukan pengecekan. Setidaknya laporkan ke instansi terkait seperti PLN, jika instalasi listrik masyarakat sudah berumur segera laporkan,” pungkasnya. (*)

Editor : Eri Mardinal
#Bupati Welly Suhery #pemkab pasaman #Korban Kebakaran #Kebakaran Duokoto