Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SHU KP-RI Balai Kota Payakumbuh 2025 Capai Rp350,39 Juta, Naik 5,51 Persen

Irfan R Rusli • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:07 WIB

SHU KP-RI Balai Kota Payakumbuh 2025 mencapai Rp350,39 juta, naik 5,51 persen didorong transaksi simpan pinjam dan waserda anggota.
SHU KP-RI Balai Kota Payakumbuh 2025 mencapai Rp350,39 juta, naik 5,51 persen didorong transaksi simpan pinjam dan waserda anggota.
PADEK.JAWAPOS.COM—Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Balai Kota Payakumbuh mencatat sisa hasil usaha (SHU) tahun 2025 sebesar Rp350,39 juta atau meningkat 5,51 persen dibandingkan tahun 2024.

Ketua KP-RI Balai Kota Payakumbuh Arif Siswandi menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar di Aula Josrizal Zain, Selasa (20/1/2026).

“Peningkatan SHU terjadi karena dana koperasi berputar aktif di anggota. Transaksi simpan pinjam dan waserda mengalami kenaikan,” kata Arif.

Arif menjelaskan realisasi pendapatan koperasi sepanjang 2025 mencapai Rp754,21 juta atau 127,40 persen dari target yang ditetapkan.

“Pendapatan meningkat karena semakin banyak anggota memanfaatkan koperasi, termasuk adanya pengalihan pinjaman dari bank ke koperasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan saldo kas koperasi hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp146,60 juta.

“Kas tidak besar karena hampir seluruhnya disalurkan kembali untuk kebutuhan pinjaman anggota. Prinsipnya dana koperasi harus produktif,” kata Arif.

Dari sisi keanggotaan, KP-RI Balai Kota Payakumbuh memiliki 243 anggota aktif. Sepanjang 2025 tercatat penambahan 30 anggota baru, meskipun ada pengurangan karena pensiun dan pengunduran diri.

“Ini menunjukkan koperasi masih dipercaya dan dianggap membantu anggota,” ujarnya.

Selain unit simpan pinjam, pengelolaan waserda terus dikembangkan. Waserda KP-RI Balai Kota Payakumbuh kini terdaftar pada e-katalog versi 6 dengan empat etalase, yakni makanan dan minuman, alat tulis kantor, kebutuhan harian, serta peralatan rumah tangga.

“Terdaftarnya waserda di e-katalog lokal berdampak langsung pada peningkatan transaksi, terutama dari lingkungan internal pemerintah,” kata Arif.

Forum RAT tersebut menjadi sarana evaluasi kinerja pengurus sekaligus penetapan arah kebijakan koperasi ke depan.

Baca Juga: Pecah Ban, Mobil Angkutan Umum Bermuatan 13 Pelajar Terbalik di Rambatan Tanahdatar

Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten II Yasrizal menilai koperasi pegawai memiliki peran strategis dalam membantu anggota memenuhi kebutuhan ekonomi secara mandiri dan berkeadilan.

“Koperasi milik anggota. Dana yang dikelola harus kembali dirasakan manfaatnya oleh anggota,” kata Yasrizal.

Ia menambahkan kedisiplinan anggota, khususnya dalam pengembalian pinjaman, menjadi faktor penentu kesehatan koperasi.

“Kedisiplinan anggota sangat menentukan sehat atau tidaknya koperasi,” ujarnya.

Wakil Ketua PKP-RI Provinsi Sumatera Barat Nasfizar Guspendri mengatakan koperasi akan berkembang jika anggota menjadikannya sebagai pilihan utama dalam bertransaksi.

“Jika anggota aktif, keuntungan koperasi akan kembali ke anggota dalam bentuk SHU,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh M. Faizal menilai KP-RI Balai Kota Payakumbuh telah menerapkan pengelolaan koperasi sesuai prinsip tata kelola.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang transparan, rutin melaporkan kinerja, dan taat aturan,” ujarnya.

Ketua Dekopinda Kota Payakumbuh Bujang Asmar mengingatkan keberlangsungan koperasi sangat bergantung pada peran aktif anggota.

“Belanja di waserda dan memanfaatkan layanan koperasi adalah dukungan nyata dari anggota,” katanya.(cr7)

Editor : Hendra Efison
#Koperasi Pegawai Payakumbuh #SHU KPRI Payakumbuh #RAT KPRI 2026 #Koperasi Sumbar