Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masyarakat Harus Cermat Pilih Jamu Aman

Syamsu Ridwan • Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengikuti Kick Off Program IDAMAN secara daring dari Aula Pertemuan Riza Falepi, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa (9/6). (DOK PEMKO PAYAKUMBUH)
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengikuti Kick Off Program IDAMAN secara daring dari Aula Pertemuan Riza Falepi, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa (9/6). (DOK PEMKO PAYAKUMBUH)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kota Payakumbuh menyatakan du­kungan penuh terhadap Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang diluncurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP­OM) Republik Indonesia.

Program nasional ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi jamu yang aman dan bermutu, sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha jamu, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat mengikuti Kick Off Program IDAMAN secara daring dari Aula Pertemuan Riza Falepi, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa (9/6).

Program IDAMAN diluncurkan bersamaan dengan pembukaan Pekan Jamu 2026 yang mengusung tema “Menjamu Masa Depan dengan Ja­mu”. Melalui program ini, BPOM berupaya membangun kesadaran masya­rakat akan pentingnya memilih jamu yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh siap mendukung pelaksanaan Program IDAMAN sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat.

“Karena ini merupakan program nasional, Pemerintah Kota Payakumbuh tentu mendukung penuh. Kami akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya mengonsumsi jamu yang aman,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi kepada ma­syarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait penti­ngnya menghindari konsumsi jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang dapat membahayakan kesehatan.

Ia menilai masih terdapat kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap peredaran produk jamu yang belum memenuhi standar keamanan. Oleh karena itu, masyarakat perlu semakin cermat dalam memilih produk jamu yang telah memiliki izin edar resmi dari BPOM dan diproduksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Elzadaswarman menambahkan, Program IDAMAN juga menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya bangsa yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif menjaga kesehatan, selama dipro­duksi secara aman dan berkualitas.

“Program ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya bangsa seka­ligus alternatif menjaga kesehatan yang aman dan berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa Program IDAMAN dirancang untuk meningkatkan kesadaran konsumen sekaligus membina pelaku usaha agar menghasilkan produk jamu yang aman dan bermutu.

Menurutnya, program tersebut berfokus pada dua aspek utama, yakni memberikan edukasi kepada ma­syarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi jamu serta mendampingi pelaku UMKM agar mampu me­ne­rap­kan Cara Pembuatan Obat Tra­di­sio­nal yang Baik (CPOTB) dan memperoleh izin edar resmi dari BPOM.

Selain memperkuat perlindungan konsumen, Program IDAMAN juga membuka peluang bagi pelaku UM­KM jamu untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Elzadaswarman turut mengapresiasi langkah BPOM dalam memperkuat infrastruktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah. Menurutnya, keberadaan UPT ya­ng semakin kuat dan memadai akan me­­­ni­ngkatkan efektivitas pengawasan ter­­­hadap obat dan makanan, termasuk pro­duk jamu yang beredar di ma­sya­rakat.

“Dengan infrastruktur UPT yang semakin kuat dan memadai di daerah, fungsi pengawasan terhadap obat dan makanan, khususnya jamu, akan menjadi lebih optimal serta mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” ujarnya.

Pemerintah Kota Payakumbuh berharap Program IDAMAN dapat diimplementasikan secara optimal di daerah tersebut sehingga mampu melindungi masyarakat dari risiko mengonsumsi jamu yang mengandung BKO. Di sisi lain, program ini juga diharapkan dapat mendorong UM­KM jamu lokal untuk naik kelas, lebih kom­petitif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Peluncuran Program IDAMAN turut dihadiri Kepala Balai POM di Payakumbuh beserta jajaran, Kepala Bagian Perekonomian Setdako Payakumbuh, Kepala UPTD Sentra Randang, serta perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Peme­rintah Kota Payakumbuh. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) #Pemko Payakumbuh