Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Diaspora Minang Diminta Perkuat Pembangunan Sumbar

Willian. • Senin, 25 Mei 2026 | 08:40 WIB
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan sambutan pada Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan sambutan pada Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengajak diaspora dan perantau Minangkabau untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat ke depan.

Menurutnya, kolaborasi antara ranah dan rantau bukan sekadar ajakan moral, melainkan telah menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar Tahun 2025–2029.

“RPJMD Sumbar menegaskan pentingnya mendayagunakan nilai gotong royong dan kerja sama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik di ranah maupun di rantau, melalui pendekatan pembangunan yang terpadu, holistik, dan integratif,” ujar Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Forum bertema “Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri” yang digelar oleh Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) tersebut menjadi wadah strategis mempertemukan tokoh ranah dan rantau, sekaligus memperkuat jejaring diaspora serta komitmen bersama untuk kemajuan Minangkabau.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi Ansharullah juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Sumbar. Di antaranya kualitas dan daya saing sumber daya manusia yang belum optimal, penguatan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi daerah, serta keterbatasan layanan infrastruktur dasar dan sosial ekonomi.

“Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan para perantau menjadi sangat penting untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat kemandirian daerah,” katanya.

Ia menambahkan, diaspora Minang memiliki potensi besar melalui jejaring, pengalaman, kapasitas, serta kontribusi pemikiran yang dapat menjadi energi tambahan bagi pembangunan kampung halaman.

Selain forum silaturahmi, kegiatan MDN-G 2026 juga diisi dengan pameran buku-buku Minangkabau sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi intelektual dan literasi budaya.

Dalam rangkaian acara tersebut, juga diberikan sejumlah penghargaan. Penghargaan Pencapaian Sepanjang Hayat diberikan kepada sastrawan Taufiq Ismail atas kontribusinya dalam dunia sastra Indonesia dan internasional. Penghargaan ini sekaligus menjadi langkah awal mendorong pengakuan internasional Nobel Prize bidang sastra.

Penghargaan Tokoh Penulis Buku Adat dan Budaya Minangkabau diberikan kepada Rais Yatim dan Buya Mas’oed Abidin. Keduanya dinilai memiliki dedikasi besar dalam menjaga serta mempromosikan budaya dan pemikiran Minangkabau kepada masyarakat luas.

Sementara itu, penghargaan Tokoh Filantropi diberikan kepada Jurnalis Udin, Nurhayati Subakat, serta Yendra Fahmi atas kontribusi mereka di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, pembangunan rumah ibadah, penanggulangan bencana, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan MDN-G.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Ketua Umum DPP Gebu Minang Gebu Minang Oesman Sapta Odang, Presiden MDN-G Fasli Jalal, serta Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah dalam kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Bappeda Sumbar Bappeda Sumatera Barat Zefnihan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar Fauzan Zaenun. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#perantau minang #Diaspora Minang