Sejumlah perempuan muda di Padang menyatakan tetap memilih berkeluarga dan memiliki anak, meski terpapar wacana global terkait childfree.
Ulfa (22), mahasiswi tingkat akhir di Padang, mengatakan memiliki anak masih menjadi bagian penting dalam rencana hidupnya.
“Bagi saya, anak adalah anugerah yang harus dijaga dan dipersiapkan dengan baik. Saya tidak terpikir untuk memilih childfree,” ujar Ulfa, Jumat (23/1/2026).
Meski demikian, Ulfa menekankan pentingnya perencanaan sebelum memiliki anak, termasuk kesiapan finansial, mental, dan pendidikan.
Ia menyebut keputusan berkeluarga perlu disertai tanggung jawab agar anak dapat tumbuh dengan kualitas hidup yang layak.
Pandangan serupa disampaikan Silvi (23), pekerja muda di Kota Padang, yang menilai memiliki keturunan masih sejalan dengan nilai yang diyakininya.
“Menjadi ibu adalah peran yang saya hargai. Saya memilih untuk tidak mengikuti konsep childfree,” kata Silvi.
Silvi menambahkan, perencanaan keluarga tetap diperlukan, terutama dalam mengatur jarak dan jumlah anak.
Menurutnya, perencanaan tersebut bertujuan agar setiap anak mendapatkan perhatian dan pengasuhan yang optimal.
Pilihan perempuan Gen Z di Padang ini menunjukkan kecenderungan mempertahankan nilai keluarga, dengan pendekatan yang lebih terencana dibanding generasi sebelumnya.
Struktur kekerabatan Minangkabau yang menempatkan anak sebagai penerus garis keturunan juga masih menjadi faktor sosial yang kuat di Sumatera Barat.
Hingga kini, wacana childfree lebih banyak menjadi diskursus di ruang digital dan belum sepenuhnya diadopsi dalam praktik kehidupan perempuan muda di Padang.(CR3)
Editor : Hendra Efison