Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Alek Gadang Manjalang Induak Pagaruyung Hidupkan Tali Kerabat dan Gelar Adat

Hendra Efison • Minggu, 12 April 2026 | 21:50 WIB
Alek Gadang Manjalang Induak di Pagaruyung 10–12 April 2026 kukuhkan induak dan gelar adat, perkuat kekerabatan kaum Malayu Koto Tuo.
Alek Gadang Manjalang Induak di Pagaruyung 10–12 April 2026 kukuhkan induak dan gelar adat, perkuat kekerabatan kaum Malayu Koto Tuo.

BATUSANGKAR — Alek Gadang “Manjalang Induak” Kaum Suku Malayu Koto Tuo Batangkapeh Banda Sapuluah Kerabat Pagaruyung digelar pada 10–12 April 2026 di Istana Silinduang Bulan, dengan prosesi pelewaan induak dan penganugerahan gelar adat sebagai inti kegiatan.

Perhelatan adat tersebut menjadi momentum penguatan tali kekerabatan dalam ranji limbago Istana Pagaruyung sekaligus peneguhan nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan kaum.

Prosesi utama berupa pelewaan adat terhadap Bundo Ietje bersama putrinya, Renobulan Rizal Sini Suheimi, sebagai induak dalam Kaum Suku Malayu Koto Tuo Kerabat Pagaruyung, yang ditandai pemasangan selendang oleh Prof. Dr. Raudha Thaib di Anjung Perak Istana Silinduang Bulan.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penganugerahan gelar adat Minangkabau kepada tiga kamanakan dari paruik Ibu Ietje sebagai bagian dari penguatan struktur adat dalam kaum.

Baca Juga: 185 Tahun Limapuluh Kota: Padang Siontah yang Terlupa

Ivan Rizal Sini dikukuhkan sebagai Rajo Sampono Alam, Mesha Rizal Sini sebagai Sutan Sampono, dan Rito Alam Rizal Sini sebagai Sutan Batuah dalam prosesi yang dilewakan langsung oleh Sultan Dr. Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah.

Penganugerahan gelar tersebut ditandai dengan pemasangan selempang dan pengimbauan gelar di “pasa nan rami” serta “labuah nan golong” yang diawali dari kerapatan adat di Istana Silinduang Bulan.

Dalam sambutannya, Ivan Rizal Sini menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya alek gadang yang dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah kaum mereka.

“Dengan telah dilewakannya induak dan gelar kami, maka kami kamanakan merasa ‘indak sumbing lai’ sebagai urang Minangkabau. Kami telah kembali utuh dalam adat dan sah menjadi bagian dari anak kamanakan Rajo Alam Pagaruyung,” ujarnya.

Baca Juga: Fabriek Padang Hadirkan Factory Sessions, Ruang Baru Apresiasi Karya Kreatif

Ia menegaskan komitmen untuk menjaga marwah kaum, memperkuat tali rahim, serta mengamalkan nilai-nilai filosofi adat Minangkabau seperti ABS-SBK, Syara’ Mangato Adat Mamakai, dan Alam Takambang Jadi Guru dalam kehidupan sehari-hari.

Payung Kaum Suku Malayu Koto Tuo Batangkapeh Banda Sapuluah, Datuk Sampono Batuah, menyebut prosesi Manjalang Induak bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan penguatan tali pusako dan hubungan mamak dengan kamanakan dalam struktur adat Minangkabau.

“Di sinilah marwah kaum dijunjung dan asal-usul kembali ditautkan dalam kebesaran ranji limbago Pagaruyung. Momentum ini menjadi tonggak kokoh sejarah kaum serta penguatan silaturahmi kerabat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi Minangkabau yang memahami asal-usul, adat, serta tanggung jawab sebagai bagian dari kaum dan nagari.

Baca Juga: Persis Solo Kalahkan Semen Padang FC 2-1, Kabau Sirah Makin Terpuruk di Zona Degradasi

Mandeh Sako Kaum Malayu Koto Tuo Batangkapeh, Helgawati, menyampaikan rasa bahagia atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai menjadi kebanggaan keluarga besar kaum.

Sementara itu, Prof. Dr. Raudha Thaib menyebut prosesi ini sebagai momen kepulangan anak kemenakan ke ranji Limbago Pagaruyung setelah lama berada di perantauan.

“Betapa membahagiakan mandeh bahwa anaknya pulang ke rumah asalnya di Istana Silinduang Bulan Pagaruyung. Sudah lama tak pulang, kini kembali, tentu patut disambut dan diparalekkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kebanggaan karena pelaksanaan alek gadang dilakukan secara lengkap, termasuk tradisi penyembelihan kerbau sebagai bentuk penghormatan adat di lingkungan Istana Silinduang Bulan.

Baca Juga: Chelsea vs Manchester City: Peluang Emas Kejar Arsenal di Perburuan Gelar Premier League 2026

Sultan Dr. Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah dalam sambutannya menegaskan bahwa hubungan kekerabatan dalam adat Minangkabau harus terus dijaga melalui silaturahmi dan peneguhan hubungan genealogis dalam ranji limbago.

Menurutnya, ranji limbago merupakan peta besar kekerabatan Minangkabau yang menghubungkan nagari serta kerajaan-kerajaan kerabat hingga ke berbagai wilayah di Nusantara dan mancanegara.

Ia menilai momentum Manjalang Induak menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali semangat kekerabatan sekaligus memperkuat posisi induak sebagai pusat kasih sayang, pendidikan, dan hubungan sosial dalam kaum.

“Setiap gelar mengandung tanggung jawab untuk menjaga keluarga, suku, kampung, dan nagari, serta mempertahankan marwah adat Minangkabau,” tegasnya.

Baca Juga: BOM Run 2026 Diluncurkan, Wawako Padang Dorong Gaya Hidup Sehat dan Wisata

Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi model penguatan hubungan kerabat Pagaruyung di berbagai rantau dan diaspora Minangkabau.

Sebelumnya, Kaum Suku Malayu Koto Tuo telah melaksanakan prosesi awal berupa manapek terhadap Ietje Rizal Sini pada 18 November 2025 sebagai bagian dari konsolidasi adat melalui kerapatan ninik mamak.

Prosesi tersebut ditandai dengan penyembelihan jawi sebagai simbol dimulainya hajatan adat serta peneguhan posisi Ietje sebagai bagian dari urang Minangkabau dalam Kaum Suku Malayu Koto Tuo Batangkapeh.

Kegiatan awal tersebut dipusatkan di Rumah Mandeh Sako Marlina yang berfungsi sebagai Rumah Gadang kaum di Koto Tuo Batangkapeh Banda Sapuluah.

Baca Juga: Gunung Marapi Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 500 Meter, Warga Dilarang Dekat Kawah

Alek Gadang Manjalang Induak di Istana Pagaruyung menjadi puncak dari seluruh rangkaian prosesi adat yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Kegiatan ini menegaskan kembali pentingnya menjaga kesinambungan adat, memperkuat identitas kaum, serta merawat hubungan kekerabatan dalam ranji limbago Minangkabau.(*)

Editor : Hendra Efison
#Alek Gadang Pagaruyung #Manjalang Induak #Ranji Limbago #Suku Malayu Koto Tuo #adat minangkabau