Sertifikat Kompetensi Buka Peluang Kerja ASEAN, Ini Pesan LSP Astekindo untuk Tukang Bangunan

Hendra Efison • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:00 WIB
Perwakilan LSP Astekindo Jambi, Lintong Sirait, memberikan arahan kepada peserta Temu Jago Bangunan PT Semen Padang mengenai pentingnya sertifikat kompetensi sebagai bekal meningkatkan daya saing dan membuka peluang kerja hingga kawasan ASEAN.
Perwakilan LSP Astekindo Jambi, Lintong Sirait, memberikan arahan kepada peserta Temu Jago Bangunan PT Semen Padang mengenai pentingnya sertifikat kompetensi sebagai bekal meningkatkan daya saing dan membuka peluang kerja hingga kawasan ASEAN.

JAMBI, PADEK.JAWAPOS.COM – Tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi berpeluang memperluas kesempatan kerja hingga kawasan ASEAN, termasuk Malaysia. Hal itu disampaikan perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo Jambi dalam kegiatan Temu Jago Bangunan yang digelar PT Semen Padang di Kota Jambi, Minggu (19/7/2026).

Program yang diikuti 90 tenaga kerja konstruksi dari Kota Jambi dan Kabupaten Muara Jambi tersebut menghadirkan pelatihan teknis sekaligus proses asesmen sertifikasi kompetensi sebagai bekal meningkatkan daya saing para pekerja.

Perwakilan LSP Astekindo Jambi, Lintong Sirait, mengatakan sertifikat kompetensi memiliki nilai strategis karena menjadi bukti bahwa tenaga kerja telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan di bidang konstruksi.

Menurutnya, sertifikasi juga memberikan pengakuan formal terhadap pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki tenaga kerja sehingga memiliki posisi yang lebih kuat saat memasuki dunia kerja maupun mengikuti berbagai proyek pembangunan.

"Bapak-bapak patut berterima kasih kepada PT Semen Padang. Dengan memperoleh sertifikat ini, berarti kemampuan Bapak-bapak telah diakui oleh negara," kata Lintong.

Sertifikasi Jadi Modal Tingkatkan Daya Saing

Lintong menjelaskan pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja tidak hanya memberikan manfaat di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

Ia menyebut tenaga kerja konstruksi Indonesia memiliki kesempatan bekerja di berbagai negara ASEAN sehingga kepemilikan sertifikat kompetensi menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing.

"Sertifikat ini juga dapat membuka peluang kerja di kawasan ASEAN. Sebagai informasi, banyak tenaga kerja konstruksi Indonesia yang bekerja di Malaysia. Dengan kompetensi yang diakui, peluang kerja tentunya akan semakin terbuka," ujarnya.

Menurut Lintong, sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa tenaga kerja memiliki kemampuan yang telah diakui sesuai standar profesi. Pengakuan tersebut memberikan nilai tambah ketika pekerja mengikuti seleksi tenaga kerja maupun terlibat dalam proyek konstruksi.

Pelatihan dan Sertifikasi Bekal Masa Depan Pekerja

Dalam Temu Jago Bangunan, peserta mengikuti pembelajaran mengenai praktik konstruksi sesuai standar, penggunaan material, hingga asesmen yang dilakukan asesor profesional dari LSP Astekindo Jambi.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan pemahaman peserta terhadap standar pekerjaan konstruksi. Peserta yang memenuhi persyaratan akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki.

Melalui pelatihan dan sertifikasi tersebut, PT Semen Padang bersama LSP Astekindo Jambi berharap semakin banyak tenaga kerja konstruksi Indonesia yang memiliki kompetensi terstandar sehingga mampu meningkatkan profesionalisme sekaligus memperluas peluang kerja di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.(*)

Editor : Hendra Efison
sertifikat kompetensi konstruksi LSP Astekindo Jambi tenaga kerja konstruksi peluang kerja ASEAN pt semen padang