Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PT Semen Padang Olah Sampah Organik Jadi Maggot, Tekan Timbulan 240 Ribu Ton di Padang

Hendra Efison • Selasa, 16 September 2025 | 19:55 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—PT Semen Padang mengembangkan inovasi pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi atas meningkatnya timbunan sampah di Kota Padang.

Berdasarkan data 2024, jumlah sampah di kota ini mencapai 240.921 ton atau sekitar 660 ton per hari. Dari total tersebut, 45,32 persen berupa sisa makanan.

“Di beberapa permukiman, sampah organik bahkan mencapai 80–94,42%. Jika tidak dikelola, TPA akan semakin terbebani dan risiko pencemaran lingkungan makin besar. Karena itu, PT Semen Padang mengambil langkah konkret dengan memanfaatkan larva lalat BSF (Black Soldier Fly) untuk mengurai sampah organik,” ujar Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Idris, Selasa (16/9/2025).

Program budidaya maggot ini mulai berjalan sejak 2024 dan kini dikelola KUBE Organic Feed, kelompok masyarakat dampingan PT Semen Padang bersama Universitas Andalas.

Konsepnya berbasis ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi.

Sampah organik dipilah, dicacah, lalu dijadikan media budidaya maggot. Hasil panen maggot dijual sebagai pakan ikan karena kaya protein, sementara residunya atau kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Dengan pola ini, sampah organik tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber daya baru yang bermanfaat. Siklusnya berputar: sampah menjadi maggot, maggot jadi pakan ikan, ikan dikonsumsi masyarakat, lalu kembali menghasilkan sampah organik. Ini loop yang harmonis,” jelas Idris.

Dalam tiga bulan pertama pelaksanaan (September–November 2024), KUBE Organic Feed mencatat keuntungan bersih Rp12,98 juta.

Capaian ini memperkuat ekonomi kelompok masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

“Inovasi ini bukan hanya soal mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Petani, peternak ikan, hingga pelaku usaha pupuk organik kini memiliki sumber bahan baku yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambah Idris.

Seperti diberitakan, PT Semen Padang kembali menorehkan prestasi nasional atas komitmennya di bidang lingkungan yakni meraih Paper Inovasi Khusus Environmental & Social Innovation Award (ENSIA) 2025.

Penghargaan diberikan atas program “Revolusi Sampah Organik Menjadi Emas Hijau: Model Ekonomi Sirkular Budidaya Maggot PT Semen Padang untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Kota Padang.” (*)

Editor : Hendra Efison
#pt semen padang #Tekan Timbulan 240 Ribu Ton di Padang #Olah Sampah Organik Jadi Maggot