Kegiatan yang dipusatkan di Lantamal II Padang, dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Kapolda Sumbar, Danrem 032/WBR, Danlantamal II Padang serta Danlanud Sutan Sutan Sjahrir.
Iriana minta seluruh masyarakat Indonesia di seluruh Indonesia dan dunia untuk memasak randang di masing-masing lokasi (di rumah atau dapur) secara serentak di seluruh dunia.
Pada tahun 2011 rendang telah dinobatkan menjadi 50 makanan terenak di dunia versi CNN. Iriana menjelaskan, sejak tahun 2013, rendang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
“Saya mengajak pada masyarakat seluruh di Indonesia, maupun di dunia untuk memasak rendang saat ini di rumah. Mari dukung dan sukseskan, kita gaungkan randang sebagai masakan terlezat dunia di seluruh Nusantara,” ajak Iriana.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi Lantamal II untuk menyelenggarakan kegiatan memasak rendang serentak di seluruh dunia. “Ini merupakan momentum penting yang perlu kita catat, karena pertama kali dilaksanakan yang mengangkat warisan budaya dari Sumatera Barat dengan melibatkan masyarakat dunia,” kata Mahyeldi.
Rendang merupakan salah satu makanan tradisional Minangkabau (Sumatera Batat) yang sangat terkenal di seantero penjuru Nusantara bahkan telah dikenal di seluruh dunia. “Sampai sekarang, rendang kembali berhasil masuk menjadi salah satu makanan terbaik di dunia versi CNN,” ucapnya.
Pada 2019, Pemprov Sumbar telah mengusulkan randang (Warisan Budaya tak Benda Indonesia) ke dalam Warisan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO untuk pengusulan tahun 2021 melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Untuk mendukung pengusulan rendang sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menyelenggarakan berbagai aktivitas seperti: meresmikan Kampung Randang di Kota Payakumbuh dan semenjak 2012 telah melakukan berbagai kegiatan Festival Randang, mulai tingkat lokal, regional, nasional dan internasional.
Pada 2012 Balai Pelestrarian Nilai Budaya (BPNB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan penelitian/penelitian dan inventarisasi Karya Budaya Randang serta menerbitkan Buku tentang Randang (Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Randang Minangkabau, Warisan Leluhur yang Mendunia).
“Kita berharap sekali randang dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage UNESCO). Rendang juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi rumah tangga masyarakat,” harapnya.
Selain itu, gubernur juga berharap dukungan dari semua pihak, dengan berbagai aktivitas yang mendorong penetapan Randang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (ICH UNESCO) dari Indonesia.
Sementara itu, di Tanahdatar masak rendang juga diikuti Dekranasda setempat, sejumlah OPD dan masyarakat. “Khusus Dekranasda Tanahdatar memasak rendang secara serendak dilaksanakan di halaman Gedung Indojolito sebanyak 5 tungku dan diikuti di kecamatan serta masyarakat di masing-masing lokasi (di rumah atau dapur) secara serentak di seluruh dunia yang ditayangkan live secara virtual,” sampai Ketua Dekramasda Tanahdatar Ny. Lise Eka Putra.
Ny. Lise berharap dengan partisipasi Tanahdatar dalam kegiatan ini bisa mengantarkan masakan kebanggaan Minangkabau menjadi tercatat sebagai warisan budaya di Unesco. “Melalui gerakan rendang mendunia ini hendaknya semakin menggelorakan program bangga buatan Indonesia,” tutupnya. (wni/stg/mal) Editor : Novitri Selvia