Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Koto Lalang Padang Butuh Penanganan Jalan Terban 15 Meter akibat Banjir

Heri Sugiarto • Rabu, 13 Maret 2024 | 14:46 WIB
Badan jalan terban mengakibatkan lebih dari 30 KK terisolir dan akses ke SDN 22 Koto Lalang Padang terputus saat banjir Kamis 7 Maret 2024. (Foto: Yuhefizar)
Badan jalan terban mengakibatkan lebih dari 30 KK terisolir dan akses ke SDN 22 Koto Lalang Padang terputus saat banjir Kamis 7 Maret 2024. (Foto: Yuhefizar)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Banjir besar yang melanda Kota Padang pada Kamis (7/3/2024) alu telah memicu longsor di beberapa titik, salah satunya di jalan utama di RT 02 RW 04 Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Longsor tersebut mengakibatkan badan jalan terban sepanjang 15 meter, sehingga lebih dari 30 KK terisolir dan akses ke SDN 22 Koto Lalang terputus.

Masyarakat berinisiatif membuat jalan alternatif walau hanya jalan setapak.

Menurut Yuhefizar, Ketua RW 08 Kelurahan Koto Lalang, kejadian seperti ini sudah diprediksi dan mereka sudah pernah mengajukan bantuan ke pihak terkait.

Warga berharap longsor ini segera teratasi sehingga dapat kembali beraktivitas seperti biasa. "Warga berharap agar bantuan perbaikan infrastr uktur ini bisa segera dilakukan agar mereka kembali dapat beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.

Ketua RT setempat, Adisal mengatakan, hujan deras selama beberapa jam yang tiada henti telah menyebabkan banjir.

"Bbiasanya tidak separah ini, diluar dugaan kami. Sewaktu kejadian kami telah menginformasikan hal ini kepada lurah, lpm, babinkantibmas dan babinsa Kel. Koto Lalang, untuk mendapatkan bantuan. Kami sempat cemas, ada tiga orang warga terkepung banjir di sungai, namun alhamudlillah selamat,” katanya.

Lurah Koto Lalang, Hartati, mengatakan kejadian banjir ini telah disampaikan ke BPBD Kota Padang, dan butuh bantuan segera.

"Alhamdulillah BPBD bergerak cepat dan membantu warga dengan mendirikan tenda untuk menampung pengungsian sementara”," ungkapnya.

Saat ini, katanya, ada sekitar 15 KK yang setiap malam menginap di tenda pengunsian karena masih khawatir akan hujan dan banjir lagi.  "Rumah mereka berada di pinggir sungai. Kami sangat mengharapkan bantuan dari banyak pihak atas musibah ini," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama Sekertaris Utama BNPB Rustian, Walikota Padang Hendri Septa dan jajaran, mengunjungi lokasi itu pada Senin (11/3) Mereka melihat kondisi dampak bencana, dan menyalurkan bantuan.

Gubernur Mahyeldi mengatakan bahwa longsor ini perlu segera diperbaiki karena potensi longsor susulan masih tinggi, terutama jika hujan lebat terjadi lagi.

Koordinasi dengan pihak terkait akan segera dilakukannya untuk mengatasi longsor ini, mengingat kondisi sungai yang cukup lebar dan debit air yang besar.

Sekretaris Umum BNPB Rustian yang turut hadir dalam kunjungan tersebut mengatakan bencana di Sumbar menjadi perhatian nasional dan perlu segera diatasi.

Walikota Padang Hendri Septa mengatakan, Pemko Padang serius dalam menangani longsor ini. Koordinasi dengan berbagai pihak akan dilakukan agar rencana perbaikan dapat dilaksanakan dengan baik.(rel)

Editor : Heri Sugiarto
#Rustian #hendri septa #jalan terban akibat banjir padang #SDN 22 Koto Lalang #Yuhefizar #warga terisolir #banjir padang #Koto Lalang Padang #Mahyeldi