Titiek mengaku bangga atas inovasi pertanian efisien berbasis biaya rendah yang dikembangkan putra daerah Sumatera Barat. Ia menyebut metode ini mampu meningkatkan produktivitas padi dengan biaya jauh lebih ringan dibandingkan cara konvensional.
“Saya merasa bangga dan terharu, karena dari Sumatera Barat ini lahir inovasi luar biasa. Sawah Pokok Murah terbukti bisa menghasilkan padi lebih banyak dengan biaya yang lebih murah dibandingkan metode biasa,” ujar Titiek.
Ia mendorong agar Kementerian Pertanian segera meneliti dan mengembangkan sistem ini untuk diterapkan secara nasional. “Saya minta kepada Kementerian Pertanian agar inovasi ini benar-benar diperhatikan. Jangan diteliti kelamaan, karena ini sudah terbukti berhasil. Bisa mulai dari kabupaten-kabupaten lain di Sumatera Barat, lalu dikembangkan ke seluruh Indonesia,” tegasnya.
Titiek juga menyoroti pentingnya distribusi benih padi yang sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat. “Jangan sampai masyarakat Sumatera Barat sukanya makan jenis beras tertentu, tapi dikirimkan benih beras lain. Ini penting untuk diperhatikan,” katanya.
Wagub: Agam Jadi Pelopor Swasembada Pangan Baru
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, yang turut hadir, menyebut program ini sebagai kebangkitan semangat swasembada pangan. Ia mengaitkan keberhasilan program ini dengan era Presiden Soeharto yang pernah mencetuskan Swasembada Pangan pada 1984.
“Ini inovasi yang luar biasa. Saya berharap ini menjadi pilot project untuk Sumatera Barat dan bahkan untuk Indonesia,” ucap Vasco.
“Saya agak merinding kalau bicara soal Pak Harto. Beliau sangat mencintai petani dan negaranya. Sekarang, perjuangan itu diteruskan oleh Pak Prabowo. Insyaallah, Indonesia akan kembali menjadi lumbung pangan dunia, dan Sumatera Barat bisa jadi pelopornya,” lanjutnya.
Menurut Vasco, program ini telah menyasar sekitar 2.000 petani dan akan terus dikembangkan. “Alhamdulillah, inovasi dari Sumbar, khususnya di Agam, sudah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 2.000 petani, bahkan akan bertambah lagi. Ini luar biasa,” ujarnya.
Pemkab Agam Dorong Percepatan Infrastruktur Pertanian
Bupati Agam, Benni Warlis, menyebut program Sawah Pokok Murah telah memberikan dampak signifikan di lapangan. “Program ini bukan sekadar konsep, tapi telah terbukti membawa dampak nyata. Petani kita bisa menanam padi dengan biaya lebih murah, namun hasilnya meningkat signifikan,” kata Benni.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Benni juga menyerahkan usulan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi kepada Komisi IV DPR RI. Hal ini dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan pengairan sawah di sentra produksi.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian besar dari Ibu Siti Hediati Soeharto, Ibu Cindy Monica, serta aspirasi yang disuarakan oleh Bapak Alex Indra Lukman. Kehadiran dan dukungan mereka menjadi suntikan semangat bagi kami untuk terus mengembangkan program ini ke skala yang lebih luas,” pungkasnya.
Program Sawah Pokok Murah merupakan salah satu inovasi pertanian Kabupaten Agam yang menggabungkan pendekatan sekolah lapangan, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan hasil pertanian melalui pendampingan langsung di nagari-nagari.(*)
Editor : Hendra Efison