Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar, mengatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
“Operasi Patuh Singgalang 2025 akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Sumatera Barat. Penindakan dilakukan terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” kata Kombes Reza, Minggu (13/7/2025).
Menurut Reza, penegakan hukum difokuskan pada sejumlah pelanggaran prioritas, antara lain:
-
Menggunakan ponsel saat berkendara
-
Mengemudi atau mengendarai kendaraan di bawah umur
-
Pengendara motor berboncengan lebih dari satu orang
-
Tidak menggunakan helm berstandar SNI
-
Pengemudi mobil tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt)
-
Berkendara dalam pengaruh alkohol
-
Melawan arus lalu lintas
-
Melebihi batas kecepatan
"Selain itu, pengendara wajib membawa dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Pelanggaran terhadap ini semua akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Beberapa dasar hukum yang akan digunakan dalam operasi ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), antara lain:
-
Pasal 281: Mengemudi tanpa SIM diancam denda hingga Rp1 juta atau kurungan empat bulan.
-
Pasal 291: Tidak menggunakan helm dikenai denda Rp250 ribu atau kurungan satu bulan.
-
Pasal 287: Melawan arus atau menerobos lampu merah dapat didenda hingga Rp500 ribu atau kurungan dua bulan.
-
Pasal 283: Menggunakan ponsel saat mengemudi diancam kurungan tiga bulan atau denda hingga Rp750 ribu.
Ditlantas Polda Sumbar mengimbau seluruh masyarakat pengguna jalan untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan mematuhi seluruh aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
"Kalau helm tidak standar SNI dan pengendara terjatuh, helm bisa pecah dan kepala ikut terbentur. Fungsi helm itu melindungi kepala," ujar Reza menjelaskan pentingnya perlindungan saat berkendara.
Masyarakat diharapkan menyambut operasi ini dengan tertib dan sadar hukum demi menciptakan lalu lintas yang aman dan lancar di Sumatera Barat.(z)
Editor : Hendra Efison