Inisiatif ini diwujudkan melalui kampanye bertajuk ‘Together we fight, together we care’ (Bersama kita lawan, bersama kita peduli!) yang dihelat di Ballroom 1 Lantai 2 ZHM Premier Hotel & Convention Padang, pada Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan edukatif ini menjadi respons atas data yang menunjukkan bahwa kanker payudara masih menjadi penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, sehingga menuntut adanya peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan di tengah masyarakat.
Penyakit ini sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang perempuan secara global.
Dalam acara tersebut, Senior Manager International Marketing Mahkota Medical Centre, Ms. Yan Chwee Lan, didampingi Direktur Perwakilan Mahkota Medical Centre Cabang Padang, Rini Aprimadona, menyampaikan urgensi kegiatan ini.
Ia menyoroti temuan rumah sakitnya pasca-pandemi yang mendapati peningkatan signifikan pasien kanker payudara dari Indonesia.
“Kegiatan hari ini bertujuan meningkatkan kepedulian kesehatan perempuan dan kesadaran tentang kanker payudara. Kami dapati ramai pasien kanker payudara dari Indonesia selepas pandemik. Oleh karena itu, acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Indonesia tentang penyakit ini,” ujar Ms. Yan Chwee Lan.
Sekitar 170 partisipan dari masyarakat umum menghadiri sesi edukasi yang menghadirkan Dr. Ho Pey Woei, seorang dokter bedah umum dengan subspesialis bedah payudara dari Mahkota Medical Centre Malaysia.
Meskipun Dr. Ho tidak dapat hadir secara fisik karena alasan kesehatan, ia tetap menyampaikan health talk-nya secara daring.
Dalam paparannya, Ms. Yan Chwee Lan, menggarisbawahi pentingnya deteksi dini. Ia menjelaskan bahwa peluang keberhasilan hidup (survival rate) penderita kanker payudara jauh lebih tinggi apabila dideteksi pada stadium awal.
“Kalau dideteksi dini, persentase kehidupannya akan lebih tinggi dibandingkan dengan jika (kanker) sudah memasuki stadium 3 atau 4 yang akan menjadi lebih sulit. Di sini kami akan memberitahu betapa pentingnya deteksi dini dan bagaimana perawatannya jika didapati ada kanker payudara,” jelas Ms. Yan Chwee Lan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya di Indonesia, untuk dapat melakukan pencegahan dan deteksi diri guna mengurangi dampak negatif dari kanker payudara.
Momen Breast Cancer Awareness ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HMI Group — diwakili oleh Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital — dengan tiga pihak di Padang, yakni Universitas Bung Hatta (UBH), Perkumpulan Keluarga Muhammadan (PKM), dan Reelah Shakirin Global Tour & Travel.
Kerja sama ini diyakini akan membuka peluang untuk kegiatan positif, khususnya dalam memperluas kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker payudara, serta menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial.
Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UBH Zulherman, Ketua PKM M Fauzan, dan Director Reehlah Shakirin Global Tour & Travel Fatmiwahdini, beserta sejumlah tamu undangan lainnya.
Mahkota Medical Centre sendiri merupakan salah satu rumah sakit swasta tersier terlengkap dan terbesar yang didirikan di Malaysia Selatan sejak tahun 1994.
Di akhir kegiatan, Mahkota Medical Centre juga mengadakan kuis berhadiah bagi para partisipan sebagai bentuk apresiasi.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan, biaya, konsultasi, hingga transportasi menuju Malaysia, dapat menghubungi langsung Kantor Pelayanan dan Informasi Mahkota Medical Centre di Padang yang dipimpin oleh Rini Aprimadona.
Kantor tersebut beralamat di Jl Ampang No 30 Padang, atau melalui kontak Rini (081378011816), Emil (085263761201), dan Sari (085263663722). Layanan informasi ini diberikan secara gratis. (CC1)
Editor : Hendra Efison