Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kerugian Bencana di Sumbar Lampaui Rp1 Triliun, 132 Warga Meninggal dan 118 Masih Hilang

Randi Zulfahli • Senin, 1 Desember 2025 | 11:03 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi melaporkan kerugian bencana lebih dari Rp1 triliun, 132 warga meninggal, 118 hilang, dan puluhan ribu rumah serta fasilitas publik rusak, Senin (1/12/2025).
Gubernur Sumbar Mahyeldi melaporkan kerugian bencana lebih dari Rp1 triliun, 132 warga meninggal, 118 hilang, dan puluhan ribu rumah serta fasilitas publik rusak, Senin (1/12/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melaporkan kerugian daerah akibat bencana banjir dan longsor telah melampaui Rp1 triliun.

Data terbaru menunjukkan dampak kerusakan mencakup korban jiwa, rumah warga, fasilitas publik, hingga infrastruktur vital.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan laporan tersebut pada Senin (1/12/2025) di Padang, saat acara penyerahan bantuan bencana dari DPP PKS dan Fraksi PKS DPR RI di Kantor DPW PKS Sumbar.

Baca Juga: BTN Salurkan Bantuan Lebih dari Rp2 Miliar untuk Korban Banjir di Padang

Korban Jiwa dan Kerusakan Meluas

Data yang divalidasi hingga Minggu (30/11/2025) pukul 21.00 WIB mencatat 132 orang meninggal dunia, sedangkan 118 orang masih dinyatakan hilang.

Kerusakan fisik yang terdata meliputi:

Mahyeldi menyebut bencana hidrometeorologi ini melanda hampir seluruh wilayah, dengan 16 kabupaten/kota terdampak signifikan. Pemprov Sumbar telah menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November 2025.

“Seluruh data korban dan kerusakan ini dihimpun dari posko terpadu di Kantor Gubernur Sumbar,” ujarnya. Ia menegaskan pembaruan data dilakukan dua kali sehari mengingat laporan dari daerah terus bergerak.

Pemprov Sumbar menyiapkan langkah percepatan pemulihan, terutama pada akses jalan provinsi dan nasional serta konektivitas antarwilayah.

Selain itu, kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian menjadi prioritas, seperti penyediaan sarana prasarana, layanan dasar, dan suplai air bersih di seluruh kabupaten/kota terdampak. (*)

Editor : Hendra Efison
#Kerugian banjir Sumbar #PKS Sumbar #bencana sumbar #Data korban bencana