Data terbaru menunjukkan dampak kerusakan mencakup korban jiwa, rumah warga, fasilitas publik, hingga infrastruktur vital.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan laporan tersebut pada Senin (1/12/2025) di Padang, saat acara penyerahan bantuan bencana dari DPP PKS dan Fraksi PKS DPR RI di Kantor DPW PKS Sumbar.
Baca Juga: BTN Salurkan Bantuan Lebih dari Rp2 Miliar untuk Korban Banjir di Padang
Korban Jiwa dan Kerusakan Meluas
Data yang divalidasi hingga Minggu (30/11/2025) pukul 21.00 WIB mencatat 132 orang meninggal dunia, sedangkan 118 orang masih dinyatakan hilang.
Kerusakan fisik yang terdata meliputi:
- 33.000 unit rumah rusak
- 16.000 hektare lahan pertanian terdampak
- 99 sekolah, 12 fasilitas kesehatan, 72 rumah ibadah, dan 13 perkantoran rusak
- Kerusakan pada 72 irigasi dan 10 bendungan, serta sejumlah jembatan, tebing, dan ruas jalan
Mahyeldi menyebut bencana hidrometeorologi ini melanda hampir seluruh wilayah, dengan 16 kabupaten/kota terdampak signifikan. Pemprov Sumbar telah menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November 2025.
“Seluruh data korban dan kerusakan ini dihimpun dari posko terpadu di Kantor Gubernur Sumbar,” ujarnya. Ia menegaskan pembaruan data dilakukan dua kali sehari mengingat laporan dari daerah terus bergerak.
Pemprov Sumbar menyiapkan langkah percepatan pemulihan, terutama pada akses jalan provinsi dan nasional serta konektivitas antarwilayah.
Selain itu, kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian menjadi prioritas, seperti penyediaan sarana prasarana, layanan dasar, dan suplai air bersih di seluruh kabupaten/kota terdampak. (*)
Editor : Hendra Efison