PADEK.JAWAPOS.COM-Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar terus mempercepat proses identifikasi jenazah korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar.
Hingga Rabu (3/12), sebanyak 174 dari 200 korban meninggal telah berhasil diidentifikasi. Masih terdapat 26 jenazah belum teridentifikasi, sementara 217 orang dilaporkan hilang dan 26 korban lainnya masih menjalani perawatan serta 212 korban hilang.
Dalam laporan DVI juga disebutkan adanya beberapa potongan tubuh yang ditemukan, meliputi potongan paha satu, tungkai bawah satu, serta kaki kanan dua.
Di Posko DVI Padang yang meliputi DVI Polresta dan RS Rasidin, terdapat lima korban meninggal. Seluruhnya telah teridentifikasi, dengan tiga laki-laki dan dua perempuan.
Sementara itu, di RS Bhayangkara Tk. III Padang, terdapat 60 korban meninggal, 34 di antaranya telah teridentifikasi (23 laki-laki dan 11 perempuan), dan 26 korban masih belum teridentifikasi.
Dari lokasi ini juga dilaporkan adanya potongan tubuh yang ditemukan. Posko DVI Agam melaporkan 103 korban meninggal, seluruhnya sudah teridentifikasi, terdiri dari 44 laki-laki dan 59 perempuan.
Posko DVI Pasaman Barat mencatat tiga korban meninggal, semuanya teridentifikasi, sedangkan di Posko DVI Bukittinggi terdapat 10 korban meninggal yang seluruhnya telah teridentifikasi, terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan.
Posko DVI Padangpanjang mencatat 15 korban meninggal, seluruhnya teridentifikasi, dengan tujuh laki-laki dan delapan perempuan.
Selain korban meninggal, terdapat 217 orang yang masih belum ditemukan atau hilang, terdiri dari 98 laki-laki dan 119 perempuan.
DVI Polda Sumbar juga mencatat 26 korban yang saat ini masih dirawat di beberapa rumah sakit.
RSUD Agam menangani 22 korban (11 laki-laki dan 11 perempuan), RSUD Padangpanjang satu korban laki-laki, RSUD Rasidin Padang dua korban (satu laki-laki dan satu perempuan), serta RSUD Kota Solok satu korban (satu laki-laki dan satu perempuan).
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP Faizal menegaskan, data ini akan terus diperbarui sesuai dengan proses identifikasi dan pencarian korban yang masih berlangsung.
”Tim DVI bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BPBD, Basarnas, dan PMI, untuk memastikan setiap korban dapat ditemukan dan teridentifikasi secepat mungkin,” ujar AKBP Faizal.
Hingga saat ini, proses identifikasi berjalan intensif dengan metode forensik, pencocokan dokumen, dan rekonstruksi data korban. Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi yang akurat kepada tim pencarian apabila mengetahui keberadaan korban.
Laporan DVI Polda Sumbar ini menjadi acuan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam penanganan bencana serta membantu keluarga korban mendapatkan kepastian mengenai anggota keluarganya. (cr1)
Editor : Novitri Selvia