Dikutip dari pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada Rabu (4/3/2026), pelaksanaannya serentak di 21 UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di seluruh Indonesia.
Yassierli menyampaikan bahwa Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, produktivitas, disiplin, sikap, serta etos kerja masyarakat, baik untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Pada Batch 1, selain diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025, program ini juga terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun pada platform SIAPkerja.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik pasar kerja sekaligus memastikan efektivitas program bagi kelompok sasaran prioritas yang membutuhkan peningkatan keterampilan secara cepat dan terarah.
“Harapan kami, program ini dapat dioptimalkan. Jadi, selain ada Program Pemagangan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kami juga menyediakan alternatif program bagi lulusan SMA/SMK,” ujar Yassierli.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan seluruh rangkaian Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diselenggarakan secara gratis oleh pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker pada Jumat (27/2/2026), dengan penekanan pada penguatan kompetensi angkatan kerja untuk mendukung terwujudnya SDM Unggul 2045.
Airlangga menyebut program ini mengedepankan konsep link and match agar pelatihan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri sehingga lulusannya diharapkan dapat langsung memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Pendaftaran Batch 1 dilakukan melalui laman skillhub.kemnaker.go.id pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026, dengan seleksi peserta berlangsung pada 9–15 Maret 2026 dan pengumuman hasil pada 16 Maret 2026.
Pelatihan dijadwalkan mulai pada 1 April 2026, dengan bidang kejuruan meliputi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, serta konstruksi.
Program pelatihan yang ditawarkan antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.
Peserta akan memperoleh fasilitas pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan, sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam memastikan akses pelatihan yang merata dan berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison