PADEK.JAWAPOS.COM--Pemerintah Kabupaten Tanahdatar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi merilis daftar kebutuhan mendesak bagi korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor, Jumat (15/05/2026). Data tersebut disusun untuk memastikan bantuan dari masyarakat, relawan, organisasi, maupun donatur dapat tersalurkan secara tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.
Memasuki hari ketiga pascabencana, pemerintah daerah mulai memfokuskan penanganan pada kebutuhan personal dan perlengkapan penunjang kehidupan sehari-hari para pengungsi. Selain kebutuhan pangan, warga yang berada di posko pengungsian maupun yang mengungsi di rumah kerabat dilaporkan mulai mengalami kesulitan mendapatkan pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, hingga perlengkapan dasar rumah tangga.
Bupati Tanahdatar, Eka Putra, melalui Kepala Dinas Kominfo Tanahdatar, Dedi Tri Widono, mengatakan pendataan kebutuhan dilakukan secara rinci oleh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama camat di wilayah terdampak agar distribusi bantuan lebih merata dan tidak menumpuk pada satu jenis barang tertentu.
Baca Juga: Satpol PP Padang Tertibkan PKL di Jalan Gereja, Amankan Lapak yang Ditinggalkan Pemilik
“Terkait kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana, saat ini warga sangat membutuhkan pakaian, makanan dan sembako, perlengkapan bayi serta kebutuhan penerangan,” ujar Dedi saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Jumat (15/05/2026) pagi.
Berdasarkan data terbaru dari Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar, kebutuhan logistik dapur menjadi prioritas utama. Warga membutuhkan kompor, alat masak, hingga magic com untuk mengolah bahan makanan di lokasi pengungsian maupun rumah sementara.
Selain itu, perlengkapan tidur seperti selimut, bantal, dan sandal juga menjadi kebutuhan mendesak yang paling banyak dibutuhkan masyarakat terdampak. Cuaca yang masih tidak menentu membuat selimut menjadi perlengkapan penting, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Jumat 15 Mei 2026, Sejumlah Kota Diguyur Hujan Ringan
Pemerintah daerah juga menyoroti kebutuhan pakaian dan perlengkapan ibadah yang mulai menipis di sejumlah posko pengungsian. Dalam daftar kebutuhan tersebut, pengungsi membutuhkan jilbab, mukena, pakaian dalam dewasa, serta pakaian harian.
Sebagian besar warga dilaporkan tidak sempat menyelamatkan barang-barang pribadi mereka ketika banjir bandang menerjang permukiman pada Selasa malam lalu. Akibatnya, banyak keluarga kini hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah dan relawan.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada anak-anak sekolah yang menjadi korban bencana. Pemerintah Kabupaten Tanahdatar memasukkan seragam sekolah, sepatu, tas, dan buku tulis sebagai kebutuhan prioritas agar para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar setelah kondisi mulai pulih.
Baca Juga: Disdukcapil Kota Solok Tetap Buka Layanan saat Libur Nasional 14-15 Mei 2026
Sebelumnya, pemerintah daerah telah mulai menyalurkan bantuan awal berupa sembako, perlengkapan memasak, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat terdampak.
“Bantuan yang masuk memang belum seluruhnya diterima, namun pemerintah daerah sudah mulai menyalurkannya melalui wali nagari maupun langsung kepada warga. Posko utama juga menjadi pusat penerimaan bantuan sebelum didistribusikan kembali kepada masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tanahdatar juga mengimbau masyarakat, organisasi sosial, komunitas, dan pihak swasta yang ingin menyalurkan bantuan agar mengacu pada daftar kebutuhan yang telah dirilis sehingga bantuan lebih efektif dan sesuai kebutuhan korban di lapangan.
Baca Juga: BPJN Sumbar Minta Pemkab Solok Bersihkan Sampah di Sepanjang Jalan Nasional
Bantuan dapat disalurkan melalui posko kabupaten di BPBD Tanahdatar maupun posko timbangan di Taluak. Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan donasi melalui rekening Baznas Tanahdatar Peduli di Bank Nagari Syariah dengan nomor rekening 72030201009023.
Pemerintah berharap sinergi antara masyarakat, relawan, dan berbagai pihak dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi korban banjir bandang dan longsor di Tanahdatar. (*)
Editor : Adetio Purtama