Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPR Rangkiang Aur Denai: Bukukan Aset Rp83,87 Miliar, Catatkan Laba Rp1,53 Miliar

Two Efly • Kamis, 20 Maret 2025 | 06:00 WIB

Dodi Yuli Satria (kanan), dan Gusman Dodi (kiri).
Dodi Yuli Satria (kanan), dan Gusman Dodi (kiri).
PT BPR Rangkiang Aur masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha ditahun 2024. Total Aset tercapai Rp83,87 Miliar, Realisasi Kredit sebanyak Rp66,34 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp66,86 Miliar dan Laba Bersih Usaha sebanyak Rp1,53 Miliar. Seluruh indikator usaha ini bertumbuh secara year on year.

Laporan — Two Efly, Bukittinggi

Pertumbuhan ekonomi boleh saja melambat namun, pertumbuhan usaha harus tetap diupayakan. Itulah terlihat dari kinerja PT BPR Rangkiang Aur Denai tahun 2024. Selama tahun 2024, BPR yang berpusat pusat konveksi Bukittinggi ini masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha. Mulai dari peningkatan aset, realisasi kredit, Dana Pihak Ketiga hingga ke besaran laba.

"Alhamdulillah, tahun buku 2024 ini kita masih bisa mencatatkan pertumbuhan usaha. Total aset tercapai Rp83,87 Miliar, realisasi Kredit sebesar Rp66,34 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp66,86 Miliar dan Laba Bersih Usaha sebesar Rp1,53 Miliar. Seluruh indikator usaha ini bertumbuh secara year on year. Mudah-mudahan tahun 2025 ini BPR Rangkiang Aur Denai bisa tumbuh jauh lebih baik lagi,” ujar Direktur Utama PT BPR Rangkiang Aur, Dodi Yuli Satria, didampingi Direkturnya Gusman Dodi kepada Padang Ekspres, Rabu (19/3/2025).

Menurut Dodi, secara kinerja usaha kita masih mencatatkan pertumbuhan meskipun pertumbuhannya tidak sebesar tahun sebelumnya. Berbagai upaya sudah kita jalankan sesuai Rencana Bisnis Bank dan Alhamdulilah juga sudah membuahkan hasil. Inilah yang bermuara pada peningkatan aset, realisasi Kredit, Pendapatan Operasinal dan laba.

Aset, Dana dan Beban

Dikutip dari laporan keuangan Publikasi tahun 2024 tercatat total Aset PT BPR Rangkiang Aur Denai sebanyak Rp 83,87 Miliar. Realisasi aset ini bertumbuh 4,57 persen secara year on year.

Bertumbuhnya besaran Aset dipicu oleh membaiknya kinerja Kredit dan relatif stabilnya kinerja dana. Per 31 Desember 2024 tercatat total Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp66,86 Miliar. Dana Pihak Ketiga ini terdiri dari Tabungan sebanyak Rp40,97 Miliar dan Dana Deposito sebesar Rp25,89 Miliar.

Sementara itu beban dana dan Beban Operasional juga berbanding lurus dengan peningkatan asset. Beban bunga kontraktual yang musti dipukul selama tahun 2024 sebanyak Rp 2,45 Miliar.

Kredit dan Pendapatan

Sedikit lebih baik dibandingkan Daa Pihak Ketiga (DPK) kinerja Kredit masih bisa mencatatkan pertumbuhan. Total Kredit yang mampu disalurkan sampai akhir tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 66,34 Miliar. Realisasi Kredit bertumbuh 5,56 persen secara year on year.

Bertumbuhnya Kredit tentulah berdampak pada pendapatan. Pendapatan bunga yang berhasil dibukukan selama tahun 2024 sebanyak Rp 12,02  Miliar atau bertumbuh 6,84 persen secara year on year. Sementara itu pendapatan lainnya tercapai Rp 1,04 Miliar atau tumbuh 26,21 persen dibandingkan pendapatan lainnya tahun 2023.

Baca Juga: Jadi Sosok yang Disukai! 10 Kebiasaan Ini Bikin Orang Nyaman di Dekatmu

"Secara akumulasi Pendapatan Operasional yang mampu dicatatkan selama tahun 2024 adalah sebanyak Rp 13,06 Miliar atau tumbuh  8,11 persen secara year on year.

BOPO dan Laba

Selain berhasil meningkatkan realisasi Aset, manajemen PT BPR Rangkiang Aur juga berusaha mengendalikan laju biaya dalam menjalankan roda usaha. Langkah ini terlihat dari besaran ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) yang terus ditelan hingga ke angka 85,23 persen.

"Aset yang tumbuh, Kredit yang meningkat dan pendapatan operasional yang bertambah inilah bermuara pada pencapaian laba. Laba bersih usaha masih bisa ditingkatkan dari Rp 1,51 Miliar tahun lalu menjadi Rp 1,53 di tahun 2024 atau bertumbuh single digit secara year on year,” ujar Dodi.

Dari data Padang Ekspres, PT BPR Rangkiang Aur Denai merupakan BPR pertama di Sumbar yang melakukan Merger. Di masa lalunya BPR ini terdiri dari BPR Rangkiang Aur dan BPR Rangkiang Denai.

Rangkiang Aur beroperasional di Bukittinggi dan Agam sedangkan Rangkiang Denai beroparasional di Payakumbuh dan Limapuluh kota.

Pasca merger memang di temukan beberapa kendala terutama dan membutuhkan waktu untuk adjusment usaha. Namun, adjusment ini tidak berlangsung lama dan BPR Rangkiang Aur Denai mulai bangkit dan terus membukukan pertumbuhan usaha dan laba hingga saat ini. (*)

Editor : Hendra Efison
#PT BPR Rangkiang Aur Denai #Bukukan Aset Rp83 Miliar #Kinerja BPR #Catatkan Laba Rp1 Miliar Lebih