Manajemen PT BPRS Haji Miskin kembali mencatatkan kinerja positif pada tahun buku 2025. Total aset tercatat Rp96,47 miliar, pembiayaan Rp70,17 miliar, pendanaan Rp60,17 miliar, serta laba bersih usaha mencapai Rp1,73 miliar atau tumbuh 10,25 persen secara year on year.
Laporan: Two Efly, Tanahdatar
Kinerja positif kembali ditunjukkan PT BPRS Haji Miskin sepanjang 2025. Seluruh indikator usaha mengalami pertumbuhan, mulai dari aset, pembiayaan, pendanaan, hingga laba bersih. Selain itu, kualitas aktiva produktif juga menunjukkan perbaikan.
“Alhamdulillah, pada tahun buku 2025 kami masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha dan laba. Total aset Rp96,47 miliar, pembiayaan Rp70,17 miliar, dan pendanaan Rp60,17 miliar. Laba bersih usaha meningkat dari Rp1,56 miliar pada 2024 menjadi Rp1,73 miliar pada 2025 atau tumbuh 10,25 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPRS Haji Miskin, Hendri Kamal.
Baca Juga: Trump, FBI, Polisi dan Jaksa Ungkap Fakta Penembakan di Acara White House Correspondents’ Dinner
Menurut Hendri Kamal, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras tim serta optimalnya pelaksanaan rencana kerja yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Sejumlah target berhasil dicapai, termasuk peningkatan laba dan kualitas aktiva produktif (KAP).
Aset dan Pendanaan
Berdasarkan laporan keuangan publikasi 2025, total aset tercatat Rp96,47 miliar atau tumbuh 6,13 persen secara year on year. Pertumbuhan ini didukung optimalnya fungsi intermediasi, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran pembiayaan.
Per 31 Desember 2025, total pendanaan yang dihimpun mencapai Rp60,17 miliar. Rinciannya terdiri dari Tabungan Wadiah Rp10,46 miliar, simpanan Mudharabah Rp12,08 miliar, serta deposito Mudharabah Rp37,62 miliar.
Baca Juga: Dukcapil Pusat Kunjungi Kota Solok, Raih Peringkat 3 Terbaik Layanan Adminduk Sumbar
Pembiayaan dan Pendapatan
Sejalan dengan pertumbuhan pendanaan, pembiayaan juga menunjukkan tren positif. Total pembiayaan tercatat Rp70,17 miliar atau tumbuh secara year on year.
Komposisi pembiayaan terdiri dari piutang Murabahah Rp44,94 miliar, Mudharabah Rp2,66 miliar, Musyarakah Rp9,86 miliar, Ijarah Rp3,33 miliar, piutang Multijasa Rp1,97 miliar, Qard Rp7,34 miliar, serta piutang sewa Rp72 juta.
Beban, KAP, dan Laba
Di tengah peningkatan aset dan pembiayaan, beban operasional justru mengalami penurunan. Total beban operasional sepanjang 2025 tercatat Rp8,01 miliar atau turun 1,27 persen secara year on year.
Baca Juga: Film AIN hingga Sekawan Limo 2, Intip Daftar Film Horor Indonesia Mei 2026
Kualitas aktiva produktif juga membaik, ditandai dengan penurunan pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) menjadi 2,36 persen. Selain itu, efisiensi operasional meningkat dengan turunnya rasio BOPO menjadi 84,41 persen.
Kondisi tersebut berdampak positif terhadap laba. Laba bersih usaha meningkat dari Rp1,56 miliar pada 2024 menjadi Rp1,73 miliar pada 2025 atau tumbuh 10,25 persen secara year on year.
Berdasarkan data Padang Ekspres, PT BPRS Haji Miskin merupakan salah satu BPR Syariah yang menjadi rujukan bagi sejumlah BPR konvensional dalam proses migrasi ke sistem syariah. Dalam satu dekade terakhir, perusahaan ini konsisten mencatatkan kinerja positif.
Sejumlah penghargaan juga berhasil diraih, termasuk dari Infobank dan Golden Award Infobank.
“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder. Semoga tren positif ini dapat terus dipertahankan ke depan,” tutup Hendri Kamal.(***)
Editor : Hendra Efison