Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nurhayati: Bibit Unggul Saja Tak Cukup, Manajemen Peternakan Jadi Kunci Sukses Kambing Etawa

Hendra Efison • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:11 WIB
Keberhasilan usaha peternakan kambing etawa tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga kemampuan peternak menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik.
Keberhasilan usaha peternakan kambing etawa tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga kemampuan peternak menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik.

PADEK.JAWAPOS.COM—Keberhasilan usaha peternakan kambing etawa tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga kemampuan peternak menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik. Pengelolaan pakan, kesehatan ternak, reproduksi, hingga pencatatan usaha menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Nurhayati, saat menjadi narasumber pada penutupan Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa yang digelar UPZ Baznas Semen Padang di Padayo Goat Farm, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (13/7/2026).

Nurhayati mengatakan sektor peternakan memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pengembangan usaha peternakan membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah hingga dunia usaha.

"Ada ungkapan bahwa negeri yang kaya akan ternak tidak akan miskin. Peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan, lapangan kerja, dan penghasilan bagi masyarakat," katanya.

Ia mengapresiasi UPZ Baznas Semen Padang yang melibatkan perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat tersebut.

Menurutnya, kolaborasi seperti itu merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

"Kami merasa bangga dapat terlibat dalam program kambing etawa ini. Bagi perguruan tinggi, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Manajemen Pemeliharaan Menentukan Produktivitas

Menurut Nurhayati, bibit kambing etawa yang dikembangkan di Padayo Goat Farm memiliki kualitas yang baik dan berpotensi menghasilkan produktivitas tinggi.

Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan peternakan yang benar.

Ia menjelaskan peternak harus memperhatikan kualitas dan ketersediaan pakan, kebersihan kandang, kesehatan ternak, pengaturan reproduksi, hingga pencatatan usaha secara berkala. Seluruh aspek tersebut saling berkaitan dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan.

"Bibit kambing yang ada di Padayo sudah sangat baik dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada manajemen pemeliharaan," katanya.

Nurhayati juga mengingatkan pentingnya menjaga standar pengolahan susu kambing agar produk yang dihasilkan tetap higienis, berkualitas, dan aman dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, kualitas produk menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing peternak.

Perguruan Tinggi Siap Dampingi Pengembangan Peternakan

Fakultas Peternakan Universitas Andalas, kata Nurhayati, membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan peternakan, mulai dari pendampingan teknis, peningkatan kapasitas peternak, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

"Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dalam berbagai program yang relevan dengan bidang keilmuan Fakultas Peternakan Universitas Andalas," ujarnya.

Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi modal penting untuk memperkuat sektor peternakan di Sumatera Barat.

Selain mencetak peternak yang lebih profesional, kolaborasi tersebut juga dapat meningkatkan produksi pangan asal ternak sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Program kambing etawa yang dijalankan UPZ Baznas Semen Padang dinilai menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan manfaat ganda.

Tidak hanya mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat, program tersebut juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi peternakan yang berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah.(*)

Editor : Hendra Efison
peternakan Sumatera Barat Fakultas Peternakan Unand ketahanan pangan universitas andalas Kambing Etawa