Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tekanan Standar Kecantikan: Dampak Buruk pada Kesehatan Mental Perempuan

Wanda Andita Putri • Jumat, 13 Desember 2024 | 15:46 WIB

Ilustrasi standar kecantikan wanita.
Ilustrasi standar kecantikan wanita.
PADEK.JAWAPOS.COM--Standar kecantikan dalam masyarakat memberi tahu setiap individu bagaimana mereka “seharusnya” terlihat. 

Namun, dengan paparan media sosial saat ini, akan ada lebih banyak tekanan yang diterima perempuan, untuk memenuhi gambaran fisik tertentu.

Tahukah kamu bahwa tekanan tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental?

Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya risiko rendahnya rasa percaya diri, citra tubuh negatif, gangguan makan, bahkan depresi.

Lantas, bagaimana standar kecantikan dapat memengaruhi kesehatan mental seorang perempuan? Berikut ulasannya, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today pada Jumat (13/12/2024).

Masalah citra tubuh menjadi isu yang semakin berkembang secara global. Dengan menyebarluaskan standar kecantikan perempuan melalui media sosial dan televisi, kesehatan mental seorang perempuan, terutama remaja akan menjadi masalah yang semakin meningkat.

Perempuan cenderung mengalami masalah citra tubuh karena mereka sering merasa tertekan untuk memenuhi standar kecantikan yang tidak realistis yang diterapkan oleh masyarakat.

Tekanan dari standar kecantikan tersebut dapat memperburuk berbagai gangguan kesehatan mental, seperti:

1. Rendahnya Harga Diri

Menurut survei Dove Self-Esteem Project 2017, 54% perempuan usia 10-17 tahun di seluruh dunia memiliki harga diri yang rendah hingga sedang.

Ketidakpuasan terhadap tubuh dapat mengarah pada kualitas hidup yang lebih rendah dan tekanan psikologis. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko kebiasaan makan yang tidak sehat.

2. Gangguan Makan

Citra tubuh adalah faktor risiko untuk berbagai gangguan makan. Hal ini juga merupakan bagian dari kriteria diagnostik untuk anoreksia nervosa dan bulimia nervosa.

Survei Dove Self-Esteem Project 2017 menemukan bahwa 5 dari 10 perempuan muda di seluruh dunia telah membahayakan kesehatan mereka dengan tidak makan.

Ketidakpuasan terhadap tubuh juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan makan dan perilaku merugikan lainnya untuk mengubah penampilan mereka, seperti diet ketat, penggunaan pil diet, dan olahraga yang berlebihan.

3. Depresi

Penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara ketidakpuasan citra tubuh dan gejala depresi. Penelitian tahun 2020 menunjukkan hal ini terutama terjadi pada remaja yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Penelitian lain pada 2017 menemukan bahwa remaja dengan ketidakpuasan terhadap tubuhnya 3,7 kali lebih mungkin untuk mengalami dan melaporkan gejala depresi.

4. Kecemasan

Penelitian 2017 menemukan bahwa remaja dengan ketidakpuasan terhadap citra tubuh memiliki hubungan kuat dengan gejala gangguan kecemasan pada remaja.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap tubuh yang lebih tinggi berhubungan langsung dengan gejala gangguan kecemasan awal.

Beberapa orang mengalami kekhawatiran berlebihan tentang bagaimana orang lain memandang tubuh mereka.

Kekhawatiran tentang bagaimana orang lain menilai mereka berdasarkan berat badan, tinggi badan, atau bentuk tubuh dapat menyebabkan rasa malu dan cemas yang berlebihan. (*)

Editor : Adetio Purtama
#standar kecantikan #kecantikan