Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Alasan Anak Lebih Mudah Diatur oleh Ayah daripada Ibu, Menurut Ahli

Suci Kurnia Putri • Sabtu, 29 Maret 2025 | 11:46 WIB

Ilustrasi kebersamaan ayah dan anak.
Ilustrasi kebersamaan ayah dan anak.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pernahkah kamu merasa anak-anak lebih patuh kepada ayah mereka, tetapi ketika bersama ibu, mereka menjadi lebih sulit diatur? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. 

Dikutip dari laman Parents pada Sabtu (29/3/25), para ahli menemukan alasan di balik fenomena ini, yang dapat mengubah cara pandang kita terhadap pengasuhan anak. Berikut 7 alasan mengapa anak cenderung lebih patuh kepada Ayah daripada Ibu.

1. Ayah Bukan Jangkar Emosional Anak

Menurut Crystal Britt, LCSW, dalam keluarga dengan dua orang tua, biasanya ada satu yang menjadi jangkar emosional bagi anak.

Dalam banyak kasus, ibu memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan anak, sehingga mereka lebih nyaman mengekspresikan emosi secara penuh kepada ibu.

2. Anak Merasa Lebih Aman dengan Ibu

Dr. Zishan Khan dari Mindpath Health menjelaskan bahwa anak-anak melampiaskan stres, frustrasi, dan kecemasan kepada orang yang paling mereka percaya, dan biasanya itu adalah ibu. 

Dengan ayah, mereka cenderung menahan emosi dan lebih patuh karena tidak memiliki keterikatan emosional yang sama.

3. Ayah Sering Kali Lebih Konsisten dalam Menegakkan Aturan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ayah cenderung lebih konsisten dalam menetapkan aturan dan batasan. Anak-anak biasanya lebih patuh kepada figur yang memberikan instruksi dengan jelas dan tidak mudah berubah.

4. Ayah tidak Terlalu Terlibat dalam Regulasi Emosi Anak

Karena ibu sering menjadi tempat utama anak untuk mengatur emosi mereka, mereka cenderung menguji batas lebih banyak dengan ibu dibandingkan dengan ayah. Ini bisa membuat ibu merasa anak lebih sulit diatur dibandingkan saat mereka bersama ayahnya.

5. Ayah tidak Selalu Menanggapi Drama Emosional

Saat anak menangis atau marah, ibu sering kali lebih responsif terhadap emosi anak. Sebaliknya, banyak ayah yang lebih cenderung mengabaikan atau merespons dengan pendekatan lebih tegas, yang membuat anak kurang terdorong untuk bereaksi secara emosional.

6. Anak tidak Mencari Celah dalam Otoritas Ayah

Jika satu orang tua lebih tegas sementara yang lain lebih longgar, anak akan mencoba mencari celah dalam aturan yang diberikan. Jika ayah lebih tegas dalam menetapkan batasan, anak tidak melihat kesempatan untuk bernegosiasi atau memberontak, sehingga mereka lebih mudah menurut.

7. Ayah Memiliki Pendekatan yang Lebih Sederhana dalam Mengasuh

Banyak ayah yang memiliki gaya pengasuhan yang lebih langsung dan sederhana, tanpa terlalu banyak negosiasi atau kompromi. Ini membuat anak memahami aturan dengan lebih jelas tanpa terlalu banyak diskusi atau fleksibilitas.

Fenomena ini tidak berarti bahwa ibu kurang baik dalam menetapkan aturan, melainkan menunjukkan bahwa anak merasa lebih aman dengan ibu sehingga lebih bebas mengekspresikan diri. 

Untuk menciptakan keseimbangan dalam pengasuhan, penting bagi kedua orang tua untuk berbagi peran secara setara dalam regulasi emosi dan disiplin anak. (*)

Editor : Adetio Purtama
#ayah #anak #ibu #mudah diatur