Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 22 Lubukminturun: Bersinergi Antisipasi Generasi Cemas, Wujudkan Generasi Emas

Zulkarnaini Padek • Senin, 21 April 2025 | 14:30 WIB

KOMPAK: Kegiatan silaturahmi dan buka bersama dengan para da’i Kota Padang.(TIM LAMAN GURU)
KOMPAK: Kegiatan silaturahmi dan buka bersama dengan para da’i Kota Padang.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama Bank Indonesia cabang Padang dan unsur BUMN Sumatera Barat mengadakan silaturahmi dan buka bersama dengan para da’i Kota Padang.

Ini dalam rangka menyamakan visi dan misi dalam mewujudkan generasi emas di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si mengundang hampir dua ratusan da’i Kota Padang dalam kegiatan temu ramah ini yang diadakan pada Maret 2025 lalu di gedung Bank Indonesia cabang Padang Jl. Sudirman Padang Sumatera Barat.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan formula jitu mengatasi perilaku negatif yang terjadi pada generasi muda dan remaja kota Padang yang belakangan ini cukup memprihatinkan.

Ranah Minang, Sumatera Barat memiliki falsafah hidup “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato adat mamakai”. Masyarakat Sumatera Barat sangat terkenal dengan pengamalan ajaran Islam dan nilai budaya yang berlandaskan Islam.

Tidak heran, Sumatera Barat terkenal sebagai daerah yang banyak melahirkan ulama/tokoh-tokoh agama yang disegani di tingkat nasional. Namun, realita yang terjadi saat ini cukup memprihatinkan kita sebagai warga Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Kapolda Sumbar dalam sambutan beliau pada acara silaturahmi itu menjelaskan bahwa terhitung bulan Januari 2025, Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya mendapat predikat ranking 6 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia dalam hal penyalahgunaan narkoba.

“Maraknya tawuran remaja dan pelajar, pergaulan bebas menjadi tantangan kita sebagai warga kota Padang untuk menjadikan negeri yang rabbani dan berperadaban,” katanya.

Pada acara tersebut, Kapolda Sumbar mengajak seluruh tamu yang hadir, baik BUMN termasuk para da’i Kota Padang yang notabene sebagian besar berasal dari guru PAI sekolah yang ada di kota Padang agar bergandengan tangan dalam mewujudkan generasi kota Padang, agar menjadi generasi emas yang terhindar dari berbagai perilaku negatif.

Ustadz Muhammad Yunus, M.A, selaku ketua dan perwakilan da’i Kota Padang yang juga merupakan guru SMA 14 Padang menyampaikan kepada audien dalam acara tersebut sudah saatnya umara dan ulama bersatu dalam mencegah berbagai kemungkaran dan perilaku negatif yang ada di kota Padang.

“Ketika sinergi itu terwujud maka akan menjadi modal dan kekuatan yang besar untuk mewujudkan generasi yang terhindar dari berbagai perilaku negatif,” ujar beliau.

Romi Desrianto, S.Pd.I (PTB) selaku guru PAI SDN 22 Lubuk Minturun yang tergabung dalam persatuan da’i Kota Padang, ikut menghadiri acara silaturahmi tersebut.

Muballigh yang juga aktif sebagai penjual “madu galo-galo” itu sangat menyadari betapa pentingnya kerjasama dan sinergi semua pihak dalam memberantas kemungkaran.

Hal ini sesuai dengan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW, dalam hadits beliau bahwa, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “man ra-a minkum munkaran fal-yughayyirhu biyadihi fainlam yas-tathi’ fa bi lisaanih fainlam yas-tathi’ fabiqalbihi wa dzalika adh-‘aful imaan”.

Artinya : “Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim, no. 49).

Hadits ini menunjukkan bahwa nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada semua umat ini untuk mencegah kemungkaran jika seseorang itu melihatnya.

Mencegah kemungkaran sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang kita miliki. Para pemimpin yang memiliki jabatan dan kekuasaannya hendaklah mencegah kemungkaran dengan jabatan dan kekuasaan yang ia miliki.

Para da’i mencegah kemungkaran dengan lisan mereka dan serendah-rendahnya iman yaitu agar setiap kita tidak termasuk bagian dari orang yang melakukan kemungkaran itu. Inilah serendah-rendahnya iman manusia.

Keinginan Kapolda Sumbar dan harapan para da’i kota Padang ibaratkan “gayuang basambuik” dan “ kato bajawek”, sehingga terwujudlah keakraban dan saling bahu membahu dalam mencegah dan menumpas perilaku negatif dan kemungkaran terutama di lingkungan pelajar dan remaja kota Padang.

Kedekatan antara Polda Sumbar dengan da’i kota Padang saat ini dinilai sangat luar biasa sehingga lahirlah istilah “da’i sebagai sahabat Kapolda Sumbar”.

Ustadz M. Yunus menuturkan bahwa silaturrahmi dengan Kapolda Sumbar jangan hanya saat ini saja, akan tetapi tetap terus dibangun untuk mewujudkan generasi emas kota Padang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumbar juga mengundang sekelompok remaja yang patut dijadikan “role model”. Saat ini yaitu remaja masjid Darul Huda Kota Padang.

Mereka adalah sekelompok remaja yang patut dijadikan sebagai contoh teladan dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Di tengah maraknya perilaku negatif remaja saat ini dan hiruk pikuknya penggunaan gadget, mereka tetap teguh dalam menjalankan ajaran Islam.

Bahkan mereka mampu menjaga keistiqomahan dalam menjaga shalat berjama’ah lima waktu selama 40 hari lamanya. Lebih dari 60 orang remaja masjid yang terdiri dari pelajar tingkat SD,SMP, dan SMA yang tak pernah absen dalam menjaga shalat berjama’ah di masjid sebagai manifestasi keimanan mereka kepada Allah SWT.

“Sebagai Muslim, kita meyakini bahwa orang yang mampu menjaga shalat berjama’ah, Insya Allah akan mempengaruhi karakter mereka menjadi pribadi yang baik. Bahkan mereka akan terhindar dari perilaku keji dan mungkar,” katanya.

Hal ini sejalan dengan Al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut ayat 45 yang berbunyi : “innash-shalâta tan-hâ ‘anil-fa+syâ’i wal-mungkar”.Artinya : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan munkar.”(QS.Al-Ankabut:45).

Bahkan dalam hadits nabi saw. dijelaskan bahwa : “”Siapapun yang sholat berjamaah karena Allah SWT selama empat puluh hari tanpa tertinggal Takbiratul Ula, maka akan ditulis baginya dua kebebasan, yaitu bebas dari neraka dan bebas dari sifat munafik.” (HR Tirmidzi).

Sinergi dan  kekompakan ini semoga selalu terjalin sebagai langkah mengantisipasi kekhawatiran terhadap generasi yang mencemaskan.

Sinergi ini juga diharapkan sebagai upaya mewujudkan generasi emas kota Padang menuju generasi emas Sumatera Barat dan Indonesia emas 2045.”Yassarallah”, semoga Allah mudahkan. Aamiin. (tim laman guru)

Editor : Novitri Selvia
#silaturahmi dan buka bersama #polda sumbar #SD Negeri 22 Lubukminturun #Gatot Tri Suryanta