Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kototangah Raih Juara 2 LCC Hardiknas

Adriyanto Syafril • Senin, 11 Mei 2026 | 08:44 WIB
Tim cerdas cermat Kototangah berhasil meraih juara pada ajang Lomba Cerdas Cermat ( LCC) beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Tim cerdas cermat Kototangah berhasil meraih juara pada ajang Lomba Cerdas Cermat ( LCC) beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Arespi Junindra, M.Pd. - Guru SDN 32 Bungo Pasang

Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kecamatan Kototangah berhasil meraih Juara 2 pada ajang LCC tingkat Kota Padang yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kota Padang tahun 2026. Tim yang beranggotakan Dilan Syarif dari SD Negeri 32 Bungo Pasang, Muhammad Agha Agyvin dari SD Plus Lillah, dan Danish Alfarisi dari SD Islam Khaira Ummah ini mencapai hasil tersebut setelah melalui seleksi panjang sejak tingkat sekolah, wilayah, hingga bersaing dengan 11 kecamatan dan 1 tim PKBM di tingkat kota. Babak final dilaksanakan pada tanggal 30 April 2026.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” Pepatah ini terasa benar-benar menggambarkan perjalanan tim Kototangah. Proses yang mereka lalui tidak singkat. Dimulai dari seleksi di sekolah masing-masing, kemudian berlanjut ke tingkat wilayah hingga akhirnya mereka dipercaya mewakili Kecamatan Kototangah di tingkat kota. Selama persiapan, ketiga siswa ini tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga dilatih untuk berpikir cepat, tepat, dan kritis. Materi yang dipelajari meliputi pelajaran tingkat SD, pengetahuan umum, serta pengetahuan daerah, yang menuntut pemahaman luas sekaligus kemampuan menganalisis soal dengan baik.

Pentingnya kemampuan berpikir kritis juga diperkuat oleh data internasional. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yaitu organisasi internasional yang secara berkala mengukur kualitas pendidikan di berbagai negara, hanya sekitar 18% siswa Indonesia yang mampu mencapai tingkat kemahiran minimum (Level 2) dalam matematika, jauh di bawah rata-rata OECD yang mencapai 69%. Pada bidang literasi membaca, hanya sekitar 25% siswa Indonesia yang mencapai tingkat kemahiran minimum, sementara rata-rata OECD berada di kisaran 74%. Data ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi masih menjadi tantangan besar. Kondisi ini menegaskan bahwa penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga relevan hingga ke tingkat daerah dan satuan pendidikan.

Selain itu, jika dilihat dari konteks daerah, capaian literasi masyarakat di Kota Padang juga dapat direpresentasikan melalui data Provinsi Sumatera Barat.

 Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumatera Barat mencapai 82,47 pada tahun 2024, meningkat dari 77,31 pada tahun 2023. Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Sumatera Barat mencapai 73,30 pada tahun 2024, naik dari 68,46 pada tahun sebelumnya. Secara nasional, capaian ini menempatkan Sumatera Barat sebagai salah satu dari lima besar provinsi dengan tingkat literasi tertinggi di Indonesia. Meskipun demikian, tantangan dalam aspek pemahaman mendalam, analisis, dan berpikir kritis tetap perlu diperkuat. Dalam konteks inilah, capaian tim Kototangah dalam lomba cerdas cermat menjadi contoh nyata bagaimana kemampuan literasi dan berpikir kritis dapat dilatih dan ditunjukkan secara langsung oleh siswa.

Hal tersebut tercermin dalam jalannya kompetisi di tingkat kota yang berlangsung ketat. Lomba diikuti oleh 12 tim yang berasal dari 11 kecamatan dan 1 tim PKBM. Pada babak penyisihan, setiap grup terdiri dari empat tim dan hanya satu tim terbaik yang melaju ke final. Tim Kototangah tampil cukup konsisten dan mampu mengungguli tiga tim lainnya. Suasana semakin menegangkan saat babak final ketika mereka berhadapan dengan Kecamatan Padang Barat dan Kecamatan Lubuk Begalung. Sesi soal rebutan menjadi penentu karena membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam menjawab. Dengan selisih nilai yang tipis, tim Kototangah akhirnya berhasil mengamankan posisi Juara 2.

Kepala SD Negeri 32 Bungo Pasang, Ibu Aida Asari, mengungkapkan rasa bangganya melihat proses yang dilalui siswa. Ia menyebut bahwa capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari latihan dan kesungguhan anak-anak dalam belajar. Kepala SD Plus Lillah, Ibu Priscilia Arzein, juga menyampaikan apresiasi bahwa semangat dan kerja sama yang ditunjukkan siswa selama proses menjadi hal yang paling membanggakan. Sementara itu, Kepala SD Islam Khaira Ummah, Ibu Ernawati, menilai pengalaman ini sebagai pembelajaran penting yang tidak hanya soal hasil, tetapi juga proses yang membentuk karakter siswa. Pembimbing tim SD Negeri 32 Bungo Pasang, Arespi Junindra, menegaskan bahwa lomba ini menjadi ruang bagi siswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis, karena mereka dituntut untuk memahami soal, menganalisis, dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Capaian ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Pintar (Smart City) dan Kota Sehat yang berlandaskan agama dan budaya. Melalui kegiatan seperti lomba cerdas cermat, siswa tidak hanya diasah pengetahuannya, tetapi juga dibentuk pola pikir, karakter, dan kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.

Secara keseluruhan, tim Kototangah telah melalui lebih dari tiga tahapan seleksi sebelum mencapai tingkat kota. Latihan rutin serta dukungan dari sekolah, guru, dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kecamatan Kototangah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, meningkatkan literasi, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan berani berkompetisi dalam berbagai ajang pendidikan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Padang