Mata adalah jendela kehidupan. Dengan mata, kita dapat melihat indahnya dunia, mengenali warna-warni kehidupan, serta menjalani berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, kesehatan mata perlu dijaga dengan baik, terutama di era digital saat ini ketika penggunaan komputer dan laptop semakin meningkat.
Terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata cepat lelah, kering, perih, merah, hingga pandangan menjadi kabur. Kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain atau kelelahan mata digital.
Saat fokus pada layar, frekuensi kedipan mata juga berkurang sehingga mata menjadi lebih cepat kering dan tidak nyaman.
Kepala Departemen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand, Dr. Syharial. SKM.M.Biomed, diera digital ini kita tidak terlepas dari layar komputer, laptop dan HP terutama bagi seorang birokrat, dosen, mahasiswa dan orang yang berada di kondisi iklim ini, maka untuk mengantisipasinya adalah usahakan melihat alam yang berwarna hijau. Ini sebaiknya dilakukan setelah berada 1 atau 2 jam di depan kumputer.
“Usahakan melihat yang hijau-hijau selama 5 atau 10 menit setelah 1 atau 2 jam di depan komputer, itu berguna untuk merilekkan dan menyegarkan mata,” ujarnya.
Ia menambahkan perlu juga mengkonsumsi makanan mengandung vitamnin A tinggi. Seperti wotrel, tomat, tekokak (rimbang) dan jenis sayuran yang mempunyai kandungan vitamin A tinggi.
“Pengolahannya terserah, bisa direbus ,dikukus dan dilalap mentah,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Sub Refraksi dan Lensa Kontak Padang Eye Center Dr. Rindawati, SpM mengatakan Penggunaan perangkat digital meningkat tajam saat pandemi Covid-19.
Selama masa tersebut, hampir seluruh kegiatan mulai dari pekerjaan hingga pendidikan dilakukan dari rumah menggunakan gawai (gadget).
Hal ini secara otomatis meningkatkan durasi menatap layar (screen time). Dan menimbulkan efek samping, salah satunya adalah Computer Vision Syndrome (CVS) atau kelelahan mata.
Kondisi ini bersifat sementara karena mata terlalu fokus menatap layar monitor dari jarak dekat selama lebih dua jam.
Jika aktivitas ini dilakukan jangka panjang, akan muncul keluhan astenopia (mata lelah), seperti nyeri di sekitar mata, mata berair, tidak nyaman di sekitar dahi, mata berat dan mengantuk yang tidak kita sadari.
Selain itu, gawai memancarkan radiasi sinar biru (blue light) yang dapat menghambat produksi hormon melatonin—hormon di otak yang mengontrol siklus tidur.
Akibatnya, pengguna sering mengalami gangguan tidur (insomnia). “Kondisi ini sering disalah artikan, malah banyak orang kembali mengunakan gawai dengan harapan bisa tidur enak, padahal memperburuk kualitas tidur,” ujarnya.
Langkah pencegahan, ujarnya, memakai aturan 20-20-20 (Rule 20-20-20), artinya setelah menatap layar selama 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat benda berjarak jauh, minimal 20 kaki (sekitar 6 meter).
“ Ini penting mengantisipasi kelelahan mata, selain itu istirahat berkala, dalam 2 jam istirahat 5-10 menit, kemudian pakai kaca mata dan mengatur cahaya ruangan, tidak boleh gelap dari monitor,” jelasnya.
Ia menambahkan, gunakan perangkat dengan layar berukuran besar (seperti monitor komputer atau laptop) untuk penggunaan berdurasi lama, seperti belajar atau bekerja. Pastikan selalu mengistirahatkan mata secara berkala.
“Gunakan perangkat digital dengan posisi duduk tidak sambil tiduran. Lakukan gerak fisik untuk peregangan otot, setelah memakai gadget 30-60 menit ” ujarnya.
Sementara itu, Doktoral Gizi Universitas Negeri Padang (UNP) Dr.dr.Zuhrah Taufiqa, M. Biomed mengatakan Mata membutuhkan berbagai zat gizi mempertahankan fungsi retina, menjaga kelembapan mata, serta melindungi jaringan mata dari kerusakan akibat paparan cahaya dan radikal bebas serta kelelahan mata.
Salah satu zat gizi utama adalah vitamin A yang berfungsi menjaga kesehatan retina dan membantu penglihatan tetap baik.
“ Selain vitamin A ada juga vitamin C dan E. Vitamain ini penting sebagai antioksidan yang dibutuhkan melindungi sel-sel mata,” ujarnya.
Sementara itu, disamping Zink untuk retina, asam lemak omega-3 juga membantu menjaga kelembapan mata.
Vitamin C katanya, bisa diperoleh dari buah-buahan segar seperti jeruk, jambu biji, kiwi, dan stroberi, sedangkan vitamin E banyak ditemukan pada alpukat, kacang almond, dan biji-bijian. Dengan pola makan seimbang yang kaya sayur, buah, protein, dan lemak sehat, kebutuhan gizi mata umumnya dapat terpenuhi dengan baik.
Untuk menjaga kesehatan mata, tubuh membutuhkan berbagai zat gizi dan vitamin agar penglihatan tetap jernih dan mata dapat bekerja dengan optimal. Berikut beberapa nutrisi penting untuk kesehatan mata:
1. Vitamin A
Membantu menjaga retina dan kornea mata serta membantu penglihatan, terutama di tempat gelap. Banyak terdapat pada wortel, ubi, bayam, telur, dan hati.
2. Vitamin C
Berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas. Banyak terdapat pada jeruk, jambu biji, stroberi, tomat, dan brokoli.
3. Vitamin E
Membantu melindungi sel mata dan memperlambat penuaan pada mata. Sumbernya antara lain kacang-kacangan, alpukat, dan biji bunga matahari.
4. Omega-3
Menjaga kelembapan mata dan membantu mengurangi mata kering. Banyak terdapat pada ikan salmon, tuna, sarden, dan chia seed.
5. Lutein dan Zeaxanthin
Membantu menyaring cahaya biru dari layar digital dan melindungi retina mata. Nutrisi ini banyak terdapat pada bayam, kale, sawi hijau, jagung, dan paprika kuning.
6. Zinc dan Vitamin B Kompleks
Membantu menjaga fungsi retina, saraf mata, serta mengurangi kelelahan mata. Banyak terdapat pada daging, susu, telur, gandum, dan kacang-kacangan.
7. Protein dan Air
Protein membantu memperbaiki jaringan mata, sedangkan air menjaga kelembapan mata agar tidak kering. Protein dapat diperoleh dari ikan, telur, tahu, dan tempe, sedangkan air berasal dari air putih dan buah-buahan.
Selain menjaga asupan gizi, kesehatan mata juga dapat dijaga menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Mengatur pencahayaan layar, menjaga jarak pandang, serta mengurangi penggunaan gadget secara berlebihan juga penting dilakukan.
Dengan pola hidup sehat dan asupan nutrisi yang cukup, kesehatan mata dapat tetap terjaga meskipun sering bekerja di depan layar digital. (*)
Editor : Adriyanto Syafril