Mohamed Salah, bintang Liverpool asal Mesir, saat ini memimpin klasemen sementara meski bukan pencetak gol terbanyak di liga domestik Eropa.
Hingga saat ini, Salah telah mengoleksi 27 gol di ajang Premier League.
Dengan koefisien tertinggi dalam perhitungan Sepatu Emas, yakni faktor pengali 2, total poin Salah mencapai 54. Raihan tersebut menempatkannya di puncak klasemen perburuan penghargaan bergengsi untuk para pencetak gol terbaik Eropa.
Sementara itu, Viktor Gyokeres, penyerang Sporting CP asal Swedia, justru menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak di antara para pesaing utama.
Gyokeres telah membukukan 34 gol di Primeira Liga Portugal. Namun, dengan koefisien 1,5 yang berlaku untuk liga tersebut, total poin yang dikumpulkannya adalah 51, terpaut tiga poin di belakang Salah.
Penghitungan poin dalam ajang Sepatu Emas Eropa menggunakan sistem koefisien berdasarkan peringkat liga domestik menurut UEFA.
Liga-liga papan atas seperti Premier League (Inggris), Bundesliga (Jerman), LaLiga (Spanyol), Serie A (Italia), dan Ligue 1 (Prancis) mendapat koefisien 2,0.
Sementara liga yang berada di peringkat 6 hingga 22 UEFA mendapatkan koefisien 1,5, dan liga di luar itu hanya memperoleh koefisien 1,0.
Dengan jumlah pertandingan yang tersisa di musim ini semakin sedikit, persaingan diprediksi akan berlangsung ketat hingga pekan terakhir.
Nama-nama besar seperti Robert Lewandowski (Barcelona), Harry Kane (Bayern Munchen), hingga Kylian Mbappe (Real Madrid) juga masih berpeluang menyalip di papan klasemen.
Berikut daftar 10 besar klasemen sementara perebutan Sepatu Emas Eropa 2024/2025:
-
Mohamed Salah (Liverpool) – 27 gol – 54 poin
-
Viktor Gyokeres (Sporting CP) – 34 gol – 51 poin
-
Robert Lewandowski (Barcelona) – 25 gol – 50 poin
-
Harry Kane (Bayern Munchen) – 24 gol – 48 poin
-
Mateo Retegui (Atalanta) – 23 gol – 46 poin
-
Kylian Mbappe (Real Madrid) – 22 gol – 44 poin
-
Ousmane Dembele (Paris Saint-Germain) – 21 gol – 42 poin
-
Erling Haaland (Manchester City) – 21 gol – 42 poin
-
Omar Marmoush (Eintracht Frankfurt/Manchester City) – 21 gol – 42 poin
-
Alexander Isak (Newcastle United) – 21 gol – 42 poin
Belum ada pernyataan resmi dari UEFA terkait kemungkinan perubahan aturan koefisien atau sistem penilaian untuk musim ini.
Namun, sejumlah analis Eropa memperkirakan perburuan gelar Sepatu Emas akan menjadi salah satu yang paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir, mengingat ketatnya selisih poin antar kandidat.
Dengan sisa beberapa pekan ke depan, para pencinta sepak bola Eropa akan menantikan apakah Mohamed Salah mampu mempertahankan posisinya hingga akhir musim, atau justru ada kejutan dari Viktor Gyökeres dan para pesaing lainnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto