Dr Ike Revita MHum, Wakil Dekan I FIB menjelaskan bahwa proses mulai dari pendaftaran hingga visitasi memakan waktu selama lebih kurang setahun. Tahun lalu, kedua prodi mendaftar untuk akreditasi FIBAA dan melewati berbagai proses, serta melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebagai persyaratan akreditasi internasional FIBAA ini. Setelah semuanya dilengkapi, pengakreditasian oleh FIBAA ini baru bisa terlaksana dan dijalankan visitasinya.
Menurut dia, FIB menjadi fakultas ilmu sosial kedua setelah Fakultas Ekonomi yang divisitasi. Ike menambahkan bahwa FIBAA ini sangat berdampak bagi FIB Unand. Prodi-prodi yang mengikuti FIBAA berarti sudah mendapat standarisasi Internasional, dan hal ini juga bermakna bahwa prodi yang sudah melakukan pengakreditasian FIBAA memiliki kedudukan yang sama dengan prodi-prodi di dunia Internasional. Secara tidak langsung, kedua prodi FIB Unand ini sudah terstandar dan dipastikan siap menerima mahasiswa dari seluruh penjuru dunia.
“Dengan ini, FIB Unand juga sangat siap untuk menghasilkan alumni-alumni yang bisa berkompetisi dengan pihak-pihak lain di tingkat internasional karena standar yang ditetapkan sudah Internasional juga,” jelas Ike.
Dekan FIB Unand Prof Dr Herwandi, MHum mengungkapkan rasa bangganya kepada prodi-prodi FIB yang sudah berhasil berjuang untuk mempersiapkan diri untuk diakreditasi oleh FIBAA ini. Ada 9 prodi di FIB Unand dan 2 prodi sudah memberanikan diri untuk maju ke tingkat Internasional. Hal ini tentu dapat memberikan pengaruh dan motivasi bagi prodi lain untuk bisa menyusul prodi Sastra Jepang dan Sastra Indonesia.
“Ketika sebuah prodi sudah diakeditasi secara internasional, maka otomatis akreditasi BAN-PT prodi tersebut langsung unggul, sehingga berpeluang besar memotivasi dan menjadi penyemangat bagi prodi lain di FIB segera pengakreditasian internasional juga," tambah Herwandi.
Sebelumnya, Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH menyebutkan, Unand berkomitmen dalam pengakreditasian internasional ini berupa bantuan dan prioritas dalam sarana dan prasarana untuk prodi yang maju dalam akreditasi internasional.
"Kita juga mengetahui bahwa Fakultas Ilmu Budaya Unand sudah mulai merancang pendaftaran FIBAA untuk empat prodi lain, yaitu Sastra Minangkabau, Sastra Inggris, Ilmu Sejarah, dan S2 Linguistik," ujarnya. (rdo) Editor : Hendra Efison