Kegiatan yang diikuti oleh 23 peserta tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan Universitas Negeri Padang (UNP).
Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BP3MI dalam meningkatkan kualitas calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama di sektor yang membutuhkan kompetensi bahasa asing.
“Jadi kami berkomitmen untuk menyalurkan dan menempatkan PMI yang memiliki skill dan kompeten. Sebelum mereka diberangkatkan di Negara tujuan, para calon PMI ini dilatih berbahasa asing. Untuk kali ini pelatihan Bahasa Jepang, karena para calon PMI yang lulus seleksi ini akan mengikuti pelatihan dengan negara tujuan bekerja di Jepang,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk tahapan seleksi pelatihan Bahasa Jepang ini diikuti oleh sebanyak 23 peserta yang merupakan lulusan UNP. Jika lolos seleksi, maka mereka akan mengikuti pelatihan selama lebih kurang dua bulan sebelum nantinya akan mengikuti proses matching dengan pihak dari Jepang.
“Semua peserta yang ikut seleksi ini memilih untuk posisi kerja sebagai careworker atau perawat lanjut usia (lansia) di Jepang. Seleksi pelatihan bahasa Jepang ini merupakan langkah awal untuk mempersiapkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa yang baik,” katanya.
Jupriyadi menyebut, semua proses baik dari seleksi sampai pelatihan tidak berbayar alias gratis. Hal itu tersebut karena kegiatan itu masuk dalam program pemerintah melalui skema Government to Government (G to G) antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang.
“Nah untuk di Sumbar sendiri skema program G to G ini tidak hanya untuk Jepang, tapi juga ada Korea Selatan, Jerman, dan baru-baru ini kami melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kanada,” ungkapnya.
Nantinya usai seleksi, 20 calon PMI yang lulus akan mengikuti pelatihan yang direncanakan akan dimulai minggu depan, dan selama lebih kurang dua bulan di Migrant Center UNP. Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan peserta-peserta terbaik yang siap mengikuti pelatihan intensif bahasa Jepang sebagai bekal sebelum diberangkatkan bekerja ke luar negeri, khususnya Jepang.
Lebih lanjut Jupriyadi menyampaikan, sepanjang 2025 ini, BP3MI Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 22 PMI asal Sumbar. Semua PMI tersebut ditempatkan di Jepang dengan posisi kerja sebagai careworker.
“Di Sumbar ini memang PMI yang dikirim itu merupakan pekerja yang memiliki skill dan kompetensi, terutama dalam bidang tenaga kesehatan,” ujarnya.
Nantinya, kegiatan pelatihan ini tidak hanya fokus pada Bahasa Jepang saja, tapi juga Bahasa Inggris, hospitality, dan plantation atau pertanian. (adt)
Editor : Adetio Purtama