Tiga orang penumpang dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Kejadian itu terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, tampak truk berwarna hijau dalam posisi rebah ke sisi kanan di pinggir badan jalan, sementara bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah akibat benturan keras.
Admin Grup WhatsApp Info Sitinjaulauik, Dedet, menyatakan bahwa truk fuso tersebut diduga kehilangan fungsi rem saat melintasi kawasan Panorama II. "Sekitar jam 2.20 WIB dini hari. Fuso muatan batu bara, diduga blong rem di Panorama II," ungkapnya.
Tidak lama setelah kecelakaan terjadi, warga sekitar langsung turun tangan membantu proses evakuasi. Ketiga korban yang mengalami luka-luka segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat guna memperoleh penanganan medis.
"Tiga orang korban luka-luka. Sesaat setelah kejadian warga langsung datang dan membantu evakuasi korban ke rumah sakit," kata Dedet menambahkan.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, turut membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, penyebab kecelakaan adalah hilangnya kendali kendaraan saat melintas di jalur yang dikenal cukup ekstrem itu.
"Benar, terjadi kecelakaan tunggal. Kendaraan mengalami hilang kendali," ujar AKP Riwal.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh korban yang terluka telah mendapatkan pertolongan dan perawatan medis.
Merespons kejadian itu, AKP Riwal mengimbau seluruh pengemudi, terutama yang mengoperasikan kendaraan berat, agar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan sebelum memasuki jalur Sitinjaulauik yang terkenal rawan dan menantang, khususnya pada bagian sistem pengereman.
"Kami mengimbau pengemudi untuk memeriksa kondisi kendaraan secara berkala dan lebih berhati-hati saat melintasi jalur rawan seperti Sitinjaulauik," tutupnya. (cc1)
Editor : Adetio Purtama