Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melihat Aktivitas di Taman Digital WiFi Corner: Jadi Pilihan Warga untuk Bekerja saat Ramadhan

Riyadhatul Khalbi • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:41 WIB

Sejumlah warga memanfaatkan Taman Digital WiFi Corner yang berlokasi di seberang Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi untuk bekerja selama Ramadhan.
Sejumlah warga memanfaatkan Taman Digital WiFi Corner yang berlokasi di seberang Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi untuk bekerja selama Ramadhan.
Ruang publik atau fasilitas umum kini semakin sering dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beraktivitas secara produktif. Tidak hanya untuk bersantai, ruang terbuka juga menjadi pilihan bagi mahasiswa maupun pekerja swasta untuk mengerjakan tugas dan pekerjaan secara jarak jauh atau remote. Salah satunya di Taman Digital WiFi Corner di Jalan Khatib Sulaiman.

Riyadhatul Khalbi, Padang—

Fenomena ini semakin terasa selama bulan suci Ramadhan. Banyak tempat usaha makanan dan minuman, khususnya coffee shop yang biasanya menjadi lokasi Work from Cafe (WFC), hanya beroperasi pada malam hari. Kondisi tersebut membuat pilihan ruang kerja bagi masyarakat menjadi lebih terbatas pada siang hingga sore hari.

Di tengah keterbatasan tersebut, Taman Digital WiFi Corner Telkom di Kota Padang menjadi salah satu alternatif yang cukup diminati. Ruang terbuka ini menyediakan fasilitas meja dan kursi serta jaringan internet melalui layanan Wifi.Id yang relatif cepat dan terjangkau bagi masyarakat.

Lokasi taman yang berada di kawasan strategis, tepatnya berseberangan dengan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain mudah dijangkau, pengunjung dapat memanfaatkan waktu untuk bekerja sekaligus menjalankan ibadah salat di masjid tersebut.

Salah seorang pekerja swasta, Afdal Fauzen, 30, mengaku kerap memanfaatkan fasilitas ini untuk bekerja secara remote. Menurutnya, taman digital tersebut memberikan kenyamanan karena dapat digunakan secara gratis dan memiliki suasana yang cukup sejuk.

“Biasanya saya bekerja di sini atau di Padang Youth Center. Kalau di sini biasanya mulai sekitar pukul 10.00, nanti ketika azan saya ke masjid dulu, setelah itu kembali lagi melanjutkan pekerjaan sampai menjelang magrib,” ujarnya kepada Padang Ekspres.

Ia menilai taman tersebut cukup membantu bagi pekerja yang membutuhkan ruang kerja alternatif, khususnya selama Ramadan. Selain lokasinya strategis, pengunjung juga tidak dikenakan biaya parkir maupun pungutan lainnya.

Meski demikian, Afdal melihat kondisi taman digital saat ini tidak serapi sebelumnya. Ia berharap fasilitas yang ada dapat kembali dirawat agar tetap nyaman digunakan oleh masyarakat.

“Sekarang terlihat agak kurang rapi. Dulu kursi dan meja lengkap serta terawat. Sekarang ada beberapa meja yang kursinya tidak ada. Pengunjung juga cukup banyak, terutama anak muda, tapi sepertinya tidak ada yang mengawasi,” katanya.

Selain pekerja, mahasiswa juga memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar. Sonia, 19, mahasiswi Universitas Andalas, datang bersama temannya untuk mempersiapkan materi ujian.

Ia mengaku baru dua kali mengunjungi taman digital tersebut. Namun, selama Ramadhan ia menilai tempat ini menjadi salah satu ruang yang memungkinkan untuk digunakan belajar pada siang hari.

“Karena lagi bulan puasa juga, tidak bisa ke coffee shop. Jadi kami memilih tempat ini karena salah satu yang memungkinkan untuk belajar. Sebenarnya sudah sering melihat orang mengerjakan sesuatu di sini, tapi baru sekarang mencoba,” ujarnya.

Menurut Sonia, fasilitas yang tersedia di taman digital cukup mendukung aktivitas belajar. Tersedia meja untuk menulis atau menggunakan laptop serta colokan listrik untuk mengisi daya perangkat.

Suasana taman yang terbuka dan cukup sejuk juga menjadi nilai tambah bagi pengunjung. Namun ia menilai kondisi outdoor yang berada di tepi jalan membuat suasana terkadang kurang kondusif bagi aktivitas yang membutuhkan ketenangan.

“Kalau untuk belajar biasa masih cukup nyaman. Tapi karena dekat jalan, suara kendaraan kadang cukup mengganggu. Jadi kalau butuh suasana yang sangat tenang mungkin harus mencari tempat lain,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar fasilitas di taman digital dapat diperbaiki atau ditingkatkan agar lebih menarik bagi kalangan muda, khususnya mahasiswa.

“Menurut saya fasilitasnya sudah cukup baik. Tapi kalau ingin lebih menarik, mungkin bisa direnovasi sedikit, misalnya meja dibuat lebih nyaman atau ditambah fasilitas lain yang cocok untuk anak muda,” tambahnya.

Sementara itu, seorang pegawai swasta lainnya, Niko, 34, mengatakan taman digital menjadi pilihan karena menyediakan ruang yang cukup luas dan didukung akses internet yang memadai.

Menurutnya, selama Ramadhan ia tidak bisa memanfaatkan coffee shop seperti biasanya untuk bekerja secara WFC, sehingga taman digital menjadi alternatif yang cukup membantu.

“Tempat ini jadi salah satu opsi karena saya butuh meja dan kursi untuk mengerjakan pekerjaan. Ada WiFi juga, jadi cukup membantu,” katanya.

Ia mengaku kondisi taman yang berada di tepi jalan tidak terlalu mengganggu pekerjaannya karena aktivitasnya lebih banyak menginput data.

“Kalau hanya input data tidak masalah. Tapi kalau harus melakukan zoom meeting mungkin akan cukup terganggu karena suara kendaraan cukup ramai,” jelasnya.

Niko berharap pengelolaan taman digital dapat lebih ditingkatkan, terutama dari sisi kebersihan dan perawatan fasilitas yang tersedia. Ia juga mengingatkan para pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan agar kenyamanan bersama tetap terjaga.

“Yang paling penting sebenarnya kebersihan. Kalau tempatnya bersih tentu orang lain juga nyaman. Jadi pengunjung juga harus ikut menjaga,” pungkasnya. (*)

Editor : Adetio Purtama
#bekerja #ramadhan #padang #Taman Digital WiFi Corner