PADEK.JAWAPOS.COM - Pemprov Sumbar merencanakan pembangunan fasilitas asrama pada sekolah jenjang menengah atas di Sumbar. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan pembangunan asrama disiapkan untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembinaan karakter generasi muda di Sumbar.
Menurutnya, kondisi geografis Sumbar yang berbukit dan memiliki wilayah kepulauan membuat tidak semua siswa memiliki akses mudah menuju sekolah unggulan maupun sekolah dengan fasilitas pendidikan memadai.
“Ke depan, kita ingin anak-anak Sumbar memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala jarak dan kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, keberadaan asrama di sekolah menengah atas menjadi kebutuhan penting yang harus kita siapkan bersama,” ujar Mahyeldi di Padang, Jumat lalu (15/5).
Ia menjelaskan, keberadaan asrama tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal siswa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai agama dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Menurut Mahyeldi, pola pendidikan berasrama akan memberikan ruang pembinaan yang lebih optimal bagi siswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan kepribadian. Dengan demikian, sekolah dapat lebih maksimal membentuk generasi muda yang unggul, mandiri, dan berakhlak.
“Melalui sistem asrama, kita ingin penguatan intelektual siswa berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Tidak hanya melalui proses pengajaran, tetapi juga penguatan soft skill melalui berbagai pelatihan sesuai kebutuhan serta pengasuhan berbasis nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” jelasnya.
Mahyeldi menilai, penguatan pembinaan melalui sekolah berasrama juga penting sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan sosial yang semakin mengkhawatirkan di kalangan generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan menyimpang, hingga kecanduan gim daring.
Selain itu, keberadaan asrama dinilai dapat membantu meringankan beban keluarga, khususnya bagi siswa dari daerah terpencil yang harus menempuh jarak jauh untuk mengakses layanan pendidikan. “Kita ingin seluruh anak-anak Sumbar memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Jangan sampai ada siswa yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan terbaik hanya karena keterbatasan akses,” katanya.
Pada tahap awal, rencana tersebut akan diterapkan di sekolah-sekolah favorit yang memiliki cakupan siswa lintas kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi menargetkan setidaknya terdapat satu sekolah unggulan berasrama di setiap kabupaten dan kota secara bertahap.
“Target awal kita, setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu sekolah favorit dengan fasilitas asrama. Dengan begitu, manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ungkapnya. (wni)
Editor : Adriyanto Syafril