Komitmen itu disampaikannya setelah namanya resmi masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumbar.
Arisal Aziz, yang akrab disapa Josal, tampil dengan pendekatan politik yang menyejukkan di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai rivalitas. Baginya, politik bukanlah sekadar kontestasi, tetapi jalan membangun peradaban.
“Berpolitik adalah jalan dakwah. PAN Sumbar harus berjalan di atas rel budaya Minangkabau—musyawarah, mufakat, dan silaturahmi,” ujar Josal kepada media, Rabu (7/5/2025).
Dalam forum internal PAN yang menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan, lima nama ditetapkan sebagai formatur, yaitu Slamet Nur Efendi (utusan DPP), Indra Rajo Lelo, Mahyatul, Guspardi Gaus, dan H. Arisal Aziz. Kelimanya akan merumuskan struktur dan strategi baru DPW PAN Sumbar.
Nama Josal bukanlah figur asing di tengah masyarakat Sumbar. Selain menjabat sebagai anggota DPR RI, ia juga dikenal aktif menjalin hubungan erat dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuda, hingga perantau.
Sosoknya dipandang sebagai penghubung antara aspirasi rakyat dan arah kebijakan partai.
Dukungan terhadap Josal juga datang dari tokoh senior PAN Sumbar, Nusirwan Chaniago, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum BARA ProGib 08. Ia menyebut Arisal sebagai figur pembaharu yang tetap membumi.
“PAN Sumbar butuh penyegaran dan pemimpin yang punya visi. H. Arisal Aziz adalah jawabannya,” tegas Nusirwan.
Dengan semangat baru yang berpijak pada nilai-nilai kultural Minangkabau dan prinsip musyawarah, PAN Sumbar di bawah kepemimpinan Josal diharapkan mampu merebut kembali simpati publik, memperkuat posisi politik, dan menatap Pemilu 2029 dengan lebih optimistis. (*)
Editor : Hendra Efison