Dari total tersebut, 192 merupakan kasus baru, dengan 173 penderita laki-laki dan 19 perempuan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Padang, dr. Dessy M. Siddik, membenarkan data tersebut.
Baca Juga: Ledakan Mobil di New Delhi Tewaskan 13 Orang, Polisi India Selidiki Dugaan Teror Dekat Red Fort
Menurutnya, peningkatan kasus lebih banyak terjadi pada laki-laki akibat perilaku seksual berisiko.
“Sebagian besar penderita adalah laki-laki, didominasi oleh pola hubungan seksual yang berisiko,” ujar dr. Dessy di Gedung DPRD Kota Padang, Senin (10/11/2025).
Dinkes Padang, lanjutnya, terus melakukan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi perilaku hidup sehat, meski perubahan perilaku masyarakat dinilai masih menjadi tantangan besar.
Baca Juga: Presiden Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh
Sementara itu, sosiolog Universitas Negeri Padang, Dr. Erianjoni, menilai peningkatan kasus disebabkan oleh rendahnya edukasi masyarakat dan minimnya kepedulian sosial terhadap bahaya HIV/AIDS.
“Faktor gaya hidup berisiko seperti seks bebas dan penggunaan narkoba suntik masih menjadi penyumbang terbesar,” jelasnya.
Erianjoni menilai, untuk menekan penyebaran HIV/AIDS, Pemerintah Kota Padang perlu memperkuat sinergi lintas sektor, melibatkan dinas kesehatan, sosial, serta komunitas masyarakat agar kelompok rentan mudah mengakses layanan kesehatan.
Baca Juga: Pemko Payakumbuh Bangun 132 Kios Relokasi untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Blok Barat
Ia juga menekankan pentingnya peran niniak mamak, ulama, dan Dubalang Kota dalam mengawasi perilaku sosial masyarakat.
“Pemko Padang harus mengaktifkan Dubalang Kota dalam menjaga keamanan berbasis nagari dan meningkatkan kesadaran kelompok berisiko,” pungkasnya.
Dinkes Padang berharap peningkatan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat penanganan dan menekan angka kasus HIV/AIDS yang masih terus bertambah setiap tahun.(edg)
Editor : Hendra Efison