Salah satu korban, Sudirman, mengalami luka robek di mulut, lecet di tubuh, luka ringan di kaki, dan gangguan pendengaran setelah terseret arus banjir hingga satu kilometer. Ia juga kehilangan istrinya dalam bencana tersebut.
“Saat kejadian saya langsung dibawa ke Puskesmas Lubuk Tarok untuk perawatan awal. Sampai sekarang kedua telinga masih berdengung,” ujar Sudirman.
Kedatangan Sudirman memicu warga lain untuk memanfaatkan layanan medis posko yang diperkuat tenaga kesehatan dari Semen Padang Hospital (SPH).
Koordinator Lapangan Semen Padang Peduli, Hendra Wayan, menegaskan pelayanan medis di posko terbuka bagi semua penyintas banjir bandang.
“Siapa pun yang memerlukan bantuan medis bisa datang ke posko. Kami siap membantu,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyatakan bahwa kehadiran relawan dan layanan medis ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral perusahaan dan upaya mempercepat pemulihan pascabencana, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI terkait peningkatan kualitas lingkungan dan penguatan ketahanan bencana.(*)
Editor : Hendra Efison