PADEK.JAWAPOS.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu, 15 Juli 2026. Berdasarkan data resmi BMKG, sejumlah daerah di Sumbar diperkirakan mengalami kondisi cuaca yang beragam, mulai dari hujan ringan, udara kabur, hingga kabut atau asap.
Kondisi cuaca tersebut diperkirakan terjadi sejak pagi hingga malam hari. Masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai perubahan cuaca, terutama di wilayah yang berpotensi diguyur hujan.
BMKG memprakirakan Kota Padang dan Kota Pariaman akan mengalami hujan ringan. Kondisi ini berpotensi membuat jalanan licin sehingga pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara.
Baca Juga: Jauh Lebih Penting Membangun Budaya Empati
Sementara itu, Kota Solok dan Kota Sawahlunto diprediksi mengalami udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang, khususnya pada pagi dan malam hari.
Di kawasan dataran tinggi, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi diperkirakan diselimuti kabut atau asap sepanjang hari. Suhu udara di Bukittinggi menjadi yang terendah di antara kota-kota lain di Sumbar, yakni berkisar 18 hingga 24 derajat Celsius.
Adapun Kota Payakumbuh diprediksi berada dalam kondisi berawan dengan cuaca yang relatif lebih stabil dibandingkan wilayah lainnya.
Berikut prakiraan cuaca di tujuh kota di Sumatera Barat berdasarkan data BMKG:
| Kota | Kondisi Cuaca | Suhu | Kelembapan |
|---|---|---|---|
| Padang | Hujan ringan | 22–28 °C | 72–97 persen |
| Solok | Udara kabur | 21–27 °C | 70–97 persen |
| Sawahlunto | Udara kabur | 23–30 °C | 62–97 persen |
| Padang Panjang | Kabut/Asap | 19–26 °C | 66–99 persen |
| Bukittinggi | Kabut/Asap | 18–24 °C | 68–98 persen |
| Payakumbuh | Berawan | 21–28 °C | 63–94 persen |
| Pariaman | Hujan ringan | 25–30 °C | 72–96 persen |
BMKG mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang diprakirakan terjadi. Warga yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya di wilayah pesisir seperti Padang dan Pariaman, disarankan membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi terhadap hujan ringan.
Baca Juga: Rasio Utang Naik, Purbaya Klaim APBN Tetap Aman
Bagi masyarakat yang melintasi kawasan dataran tinggi seperti Bukittinggi dan Padang Panjang, maupun wilayah yang mengalami udara kabur seperti Solok dan Sawahlunto, diharapkan lebih berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang dapat berkurang akibat kabut maupun udara kabur.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan cuaca di wilayah Sumatera Barat. (cr8)
Editor : Adetio Purtama