Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tahap II Dimulai, Kepala BNPB Serahkan Rp5,28 Miliar Bantuan Rumah Rusak di Tanahdatar dan Pesisir Selatan

Randi Zulfahli • Selasa, 3 Maret 2026 | 22:58 WIB

BNPB salurkan Rp5,28 miliar bantuan rumah rusak tahap II di Tanahdatar dan Pesisir Selatan, fokus lanjut ke pembangunan hunian tetap.
BNPB salurkan Rp5,28 miliar bantuan rumah rusak tahap II di Tanahdatar dan Pesisir Selatan, fokus lanjut ke pembangunan hunian tetap.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyerahkan dana bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana tahap kedua di Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2026).

Penyerahan dilakukan di Kantor Bupati Tanahdatar sebagai bagian dari penyaluran bantuan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana.

“Ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan. Tahap pertama telah dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten/kota pada Februari lalu. Saat ini, bantuan disalurkan kepada 19 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut,” ujar Suharyanto.

Khusus di Sumatera Barat, bantuan tahap II disalurkan kepada dua daerah, yakni Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Di Tanahdatar, bantuan diberikan kepada 126 kepala keluarga dengan total nilai mencapai Rp2,865 miliar, sedangkan di Pesisir Selatan disalurkan kepada 103 kepala keluarga dengan total Rp2,415 miliar.

Dengan penyaluran ini, seluruh 14 kabupaten/kota terdampak di Sumatera Barat telah menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak kategori ringan dan sedang.

Suharyanto menegaskan penyaluran tersebut bukan tahap akhir, karena pemerintah tetap membuka kemungkinan penambahan data penerima pada tahap berikutnya sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab negara.

Untuk rumah rusak ringan dan sedang, pemerintah memberikan bantuan stimulan perbaikan rumah, sedangkan rumah rusak berat ditangani melalui pembangunan hunian sementara (Huntara) serta pemberian dana tunggu hunian (DTH).

Ia memastikan di Sumatera Barat saat ini tidak ada lagi warga yang bertahan di tenda pengungsian karena seluruhnya telah menempati Huntara atau tinggal bersama keluarga sambil menerima DTH.

Fokus penanganan berikutnya adalah pembangunan hunian tetap (Huntap) yang dilakukan secara paralel tanpa menunggu penyelesaian Huntara sepenuhnya, termasuk pembangunan Huntap terpusat oleh kabupaten/kota serta Huntap in situ yang ditangani langsung oleh BNPB.

Salah seorang penerima bantuan rumah rusak ringan, Erwin, warga Desa Tanjung Sawah, Nagari Padang Lawe, Kecamatan Batipuh, Tanahdatar, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya setelah rumahnya terdampak banjir yang menyebabkan penumpukan lumpur dan kerusakan pada pintu serta bagian lain.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Dana tersebut akan saya gunakan untuk merenovasi rumah. Semoga bencana seperti ini tidak lagi melanda daerah kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengarah Satgas PRRPB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dalam acara serupa di Bireuen, Aceh, menegaskan komitmen pemerintah mempercepat penanganan bencana di wilayah Sumatera dan telah menetapkan rencana induk tahap pertama.

Bupati Tanahdatar, Eka Putra, menyatakan meski bencana berdampak masif, tidak terdapat korban jiwa, yang menurutnya didukung keberhasilan Program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Menurut Suharyanto, program Destana yang digulirkan sejak 2012 terbukti efektif meningkatkan mitigasi, meski dari sekitar 3.000 desa rawan bencana, baru sekitar 300 desa yang telah memiliki program tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
#desa tangguh bencana #bnpb #bantuan rumah rusak #tanahdatar