Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 70 hingga 80 persen stok karpet permadani yang dipersiapkan untuk penjualan menjelang Lebaran hangus terbakar, dengan estimasi kerugian mencapai kurang lebih Rp300 juta.
Novrianto mengaku pertama kali mengetahui kebakaran dari tetangganya yang menelepon dan memberitahukan bahwa api telah muncul di kawasan pertokoan tersebut.
“Saya dapat informasi dari tetangga yang menelpon dan memberitahu kalau ada kebakaran,” ujarnya.
Saat tiba di lokasi, api disebut sudah dalam kondisi membesar dan menjalar ke dalam toko, sementara petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan kobaran api yang terus meluas.
“Pas sampai di toko, api sudah terlihat membesar dan menjalar-jalar. Petugas pemadam kebakaran juga sudah berada di lokasi untuk memadamkan api,” katanya.
Toko tersebut diketahui menjual karpet permadani dengan stok barang yang sebagian besar telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar menjelang Lebaran, momentum yang biasanya meningkatkan permintaan secara signifikan.
Menurut Novrianto, sebagian besar barang dagangan tidak dapat diselamatkan karena api dengan cepat melahap isi toko yang berada di kawasan Blok Timur pusat pertokoan tersebut.
“Karpet yang terbakar itu stok untuk penjualan Lebaran. Yang terbakar sekitar 70 sampai 80 persen barang,” ungkapnya.
Ia memperkirakan total kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai kurang lebih Rp300 juta, meskipun perhitungan detail masih terus dilakukan sambil memeriksa sisa barang yang masih bisa digunakan.
“Pasca kebakaran ini, saya akan menyelamatkan barang-barang yang tidak terbakar. Ada yang selamat, ada juga yang tidak,” tambahnya.
Novrianto telah berjualan di toko kontrakan itu selama sembilan tahun dan menjalankan usaha bersama sang istri tanpa karyawan tambahan.
“Saya berdagang sendirian dibantu istri. Toko ini kontrakan dan sudah sembilan tahun saya berjualan di sini,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan aparat terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian untuk memastikan sumber api serta faktor pemicu peristiwa tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison