Penurunan terjadi karena berkurangnya permintaan aset safe-haven setelah risiko geopolitik mereda.
Dikutip dari Investing, harga emas spot tercatat turun 0,7% menjadi US$4.799,55 per ons pada pukul 08.36 WIB. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi US$4.888,1 per ons.
Selain itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Maret ikut melemah 0,8% menjadi US$4.801,75 per ons.
Rekor Tertinggi Tersentuh Akibat Geopolitik Greenland
Lonjakan harga emas pada Rabu (21/1/2026) dipicu meningkatnya risiko geopolitik akibat sengketa transatlantik atas Greenland, termasuk ancaman tarif impor terhadap Eropa.
Selain itu, reli pekan ini telah mendorong harga emas mendekati level psikologis US$5.000 per ons, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global.
Namun demikian, situasi berubah setelah Trump menarik kembali ancaman kebijakan tersebut.
Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump menyampaikan bahwa ia tidak akan memberlakukan tarif serta menolak penggunaan kekuatan dalam sengketa Greenland di wilayah Denmark tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan “kerangka kerja” sudah berada di depan mata untuk meredakan ketegangan dengan negara sekutu NATO itu.
“Ini kesepakatan jangka panjang. Ini kesepakatan jangka panjang yang paling utama. Ini menempatkan semua orang pada posisi yang sangat baik, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan mineral,” kata Trump kepada wartawan.
Penguatan Dolar AS Ikut Tekan Harga Emas
Di sisi lain, sedikit penguatan dolar AS turut membebani harga emas pada perdagangan hari ini. Indeks Dolar AS tercatat bergerak sedikit lebih tinggi setelah naik 0,1% pada sesi sebelumnya.
Dengan sentimen geopolitik yang mulai mereda dan dolar yang menguat, tekanan terhadap harga emas diperkirakan bertahan dalam jangka pendek.(*)
Editor : Heri Sugiarto